Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswi Madrasah Tsanawiyah berinisial NV hingga mengalami depresi mental memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), bantuan langsung disalurkan kepada korban sebagai bentuk intervensi awal atas kondisi yang dinilai serius.
NV diketahui masih menjalani masa pemulihan akibat tekanan psikologis yang diduga dipicu oleh tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Kondisi ini menegaskan bahwa praktik bullying di satuan pendidikan masih menjadi ancaman nyata yang berdampak langsung pada kesehatan mental anak.
Dinsos Ciamis tidak hanya memberikan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan sekolah, termasuk seragam baru, tetapi juga memastikan adanya pendampingan psikososial bagi korban. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kondisi mental NV agar dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan secara normal.
Kepala Dinas Sosial Ciamis, Ihsan Rasyad, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap kasus yang menyangkut keselamatan dan kondisi psikologis anak.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak. Ini bukan hanya soal bantuan, tapi juga memastikan pemulihan korban berjalan optimal,” tegasnya. Rabu, (29/4/2026)
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mencegah dan menangani kasus serupa, terutama di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa.
Baca Juga Bantuan Air Minum SPPG Panyingkiran 1 Sangat Membantu Kebutuhan Siswa MTsN 1 Ciamis
Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku terpukul atas kondisi yang dialami NV, namun menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah.
“Kami berharap anak kami bisa segera pulih. Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ujar ayah korban.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan di Ciamis. Pemerintah daerah mengimbau agar setiap indikasi perundungan tidak diabaikan dan segera ditindaklanjuti.
Lingkungan sekolah dituntut tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menjamin keamanan dan kesehatan mental peserta didik. Tanpa langkah tegas, praktik bullying berpotensi terus berulang dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi korban. (Dods)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang