Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Tingginya jumlah kunjungan pasien mendorong Puskesmas Cikoneng melakukan sejumlah pembenahan fasilitas guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kasubag Tata Usaha Puskesmas Cikoneng, Agus Hermawan, mengatakan jumlah kunjungan pasien saat ini terus meningkat dan kerap melampaui kapasitas yang tersedia. Berdasarkan data aplikasi e-Puskesmas, rata-rata kunjungan harian mencapai lebih dari 170 pasien. Bahkan dalam beberapa hari terakhir jumlah pendaftar menembus angka 200 orang per hari.
“Lonjakan ini salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat yang mengurus surat keterangan sehat, terutama untuk keperluan penerimaan peserta didik baru,” ujar Agus. Selasa, (2/6/2026)
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian fasilitas agar pasien tetap merasa nyaman saat mendapatkan pelayanan.
Salah satu fokus rehabilitasi yang tengah dilakukan adalah penataan ruang tunggu pasien. Puskesmas berupaya menyediakan area tunggu yang lebih representatif agar masyarakat yang harus mengantre dalam jumlah banyak tetap merasa nyaman hingga mendapat giliran pelayanan.
Baca Juga Polsek Ciamis Kawal Porsadin Sadananya, Dorong Sportivitas dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Selain itu, keterbatasan ruang rawat inap juga menjadi perhatian serius. Saat ini Puskesmas Cikoneng hanya memiliki empat kamar dengan total delapan tempat tidur.
“Ketika jumlah pasien rawat inap meningkat, kami harus mencari solusi agar pelayanan tetap berjalan optimal. Karena itu kami melakukan penyesuaian fungsi ruangan. Ruang UGD lama akan dialihkan menjadi ruang rawat inap, sementara ruang nurse station akan difungsikan sebagai UGD baru,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasien yang membutuhkan perawatan dapat segera tertangani tanpa harus menunggu terlalu lama akibat keterbatasan tempat tidur.
Tak hanya itu, rehabilitasi juga menyasar kebutuhan ruang kerja dan penyimpanan aset. Beberapa program pelayanan yang sebelumnya belum memiliki ruangan khusus kini akan difasilitasi dengan memanfaatkan dan menata ulang ruangan yang ada, termasuk bekas gudang yang akan dijadikan ruang administrasi.
Puskesmas juga menyiapkan ruang penyimpanan khusus bagi barang-barang rusak yang masih berstatus aset pemerintah.
“Barang-barang tersebut harus tetap diamankan sampai proses penghapusan atau penarikan oleh instansi terkait selesai. Karena itu diperlukan ruang penyimpanan yang memadai dan aman,” kata Agus.
Perbaikan fasilitas juga dilakukan pada area depan puskesmas yang selama ini menjadi lokasi tunggu pengunjung. Lantai akan dibangun lebih rata untuk menghilangkan perbedaan ketinggian yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi pasien yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan fisik.
“Kami ingin area tunggu menjadi lebih nyaman, aman, dan ramah bagi seluruh pengunjung. Dengan lantai yang lebih rata, risiko tersandung atau jatuh dapat diminimalkan,” ujarnya.
Meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan sumber daya manusia, Agus menegaskan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami menyadari masih ada kekurangan, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga pelayanan. Namun kami terus berupaya melakukan perbaikan dan penambahan tenaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pasien,” pungkasnya. (Dods)
Baca Juga Wujud Transparansi dan Akuntabilitas, BKAD Pangandaran Update Posisi Keuangan Daerah
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang