Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa kuat di Dusun Gunungsari, RT 02/04, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis. Paguyuban Asta Jaga Sari menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Ketua Pelaksana HUT RI ke-81 Paguyuban Asta Jaga Sari, Dede Ridwan, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 25 Juli 2026 dengan pertandingan sepak bola yang berlangsung hingga 15 Agustus 2026.
“Mulai tanggal 25 Juli kami sudah melaksanakan sepak bola sampai 15 Agustus. Kemudian tanggal 14 Agustus ada tablig akbar. Selanjutnya tanggal 16 Agustus diisi jalan sehat, senam, lomba liwet antar-RT, berbagai perlombaan, dan malam harinya hiburan,” ujar Dede.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan melibatkan warga dalam satu RW yang terdiri dari lima RT. Tidak hanya warga setempat, masyarakat umum juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang disiapkan panitia.
Untuk mendukung kegiatan, panitia menyediakan 300 tiket dengan harga Rp5.000 per tiket. Tiket tersebut sudah termasuk air mineral.
Dede menjelaskan, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sumber hadiah berasal dari partisipasi antar-RT, warga yang bekerja di luar daerah, para donatur, perusahaan, serta dukungan dari pihak MBG Dapur 01.
Baca Juga Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Desa Sukasetia Tumpah Ruah Ikuti Jalan Santai
Berbagai hadiah menarik disiapkan untuk peserta, di antaranya dispenser, kipas angin, blender, kompor gas, peralatan rumah tangga dan sejumlah hadiah lainnya.
Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti kuatnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan perayaan HUT RI. Panitia tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, tetapi mengoptimalkan gotong royong dan partisipasi berbagai unsur masyarakat.
Dede menegaskan, kegiatan Agustusan tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang hiburan dan perlombaan. Momentum tersebut harus mampu membangun kekompakan, kedisiplinan dan kepedulian antarwarga.
“Maknanya adalah kebersamaan, kekompakan dan kedisiplinan. Panitia juga belajar bagaimana bekerja sama dan menjalankan kegiatan dengan baik. Itu menjadi salah satu kebaikan yang kami dapatkan dari kegiatan Agustusan tahun ini,” katanya.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan hiburan pada malam hari. Penutupan menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul sekaligus menikmati hasil dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan.
Dede berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga ke depan bisa lebih meriah, lebih sukses dan semakin menambah semangat warga untuk memajukan lingkungan di Dusun Gunungsari,” pungkasnya. (Dods)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang