Meriahkan HUT RI ke-81, Pemdes Cisaruni Lestarikan Kesenian Tradisional Lais Khas Jawa Barat

Kabupaten Tasikmalaya, anlisaglobal.com — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung meriah. Selain diisi dengan berbagai kegiatan masyarakat, momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan Pemerintah Desa (Pemdes) Cisaruni bersama warga untuk melestarikan kesenian tradisional khas Jawa Barat, salah satunya melalui atraksi Lais.

Kesenian Lais merupakan salah satu warisan budaya tradisional Jawa Barat yang memiliki ciri khas berupa atraksi akrobatik di atas seutas tali yang dibentangkan di antara dua tiang bambu. Pertunjukan tersebut membutuhkan keberanian, keseimbangan, konsentrasi, serta keterampilan yang diperoleh melalui latihan secara rutin.

Atraksi Lais pun sontak menarik perhatian masyarakat. Warga dari berbagai kalangan berkumpul menyaksikan aksi pemain yang menunjukkan kemampuannya di atas ketinggian. Setiap gerakan yang berhasil dilakukan mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Kepala Desa Cisaruni, Farid Supryadi, mengatakan bahwa pertunjukan Lais bukan semata-mata menjadi hiburan dalam rangka memeriahkan HUT RI. Menurutnya, kesenian tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu terus dijaga keberadaannya.

“Lais ini bukan hanya tontonan, tetapi juga bagian dari budaya yang harus kita jaga. Momentum HUT RI menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Farid. Rabu (19/08/2026).

Baca Juga Reses ke-II DPRD Ciamis, Pipin Arif Apilin Serap Aspirasi Warga Cihaurbeuti dan Soroti Program MBG

Ia menilai perkembangan teknologi dan semakin beragamnya hiburan modern menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan kesenian tradisional. Karena itu, pemerintah desa berupaya memberikan ruang bagi kesenian daerah untuk tetap tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Menurut Farid, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci agar kesenian tradisional tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu. Dengan melihat dan mengenal langsung kesenian daerah, generasi muda diharapkan tumbuh rasa bangga terhadap budaya yang dimiliki daerahnya.

“Harapannya generasi muda bisa mengenal kesenian daerahnya sendiri. Jangan sampai budaya yang sudah diwariskan dari orang-orang terdahulu justru hilang karena tidak ada yang meneruskannya,” ujarnya.

Selain menjadi sarana hiburan, pertunjukan Lais juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pertunjukan, warga terlibat dalam semangat gotong royong dan saling membantu.

Namun demikian, Farid mengingatkan bahwa atraksi Lais memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena dilakukan di atas tali pada ketinggian tertentu. Oleh sebab itu, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama, termasuk memastikan kondisi tiang bambu, tali, lokasi pertunjukan, serta kesiapan dan kemampuan pemain sebelum atraksi berlangsung.

Farid berharap kesenian Lais dapat terus dipertahankan dan ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat Desa Ciasaruni. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan, siapa lagi. Kami ingin kesenian seperti Lais tetap ada dan dikenal oleh generasi berikutnya,” katanya.

Semarak HUT RI ke-81 di Desa Cisaruni akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Kehadiran atraksi Lais menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Melalui dukungan pemerintah desa, pelaku seni, dan partisipasi masyarakat, kesenian Lais diharapkan terus berkembang dan dapat dikenalkan kepada generasi muda sebagai salah satu kekayaan budaya Jawa Barat yang patut dibanggakan. (Mar)

Baca Juga Galuh Super Camp SMPN 11 Kota Tasikmalaya, Perkuat Karakter Siswa Melalui Panca Waluya

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!