Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Tasikmalaya memperingati Milangkala ke-49 sebagai momentum memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, sekaligus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Peringatan Milangkala ke-49 tersebut digelar di Gedung MUI Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (3/9/2026).
Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya, H. Apipudin, S.Pd.I., mengatakan, peringatan milangkala menjadi momentum penting bagi organisasi untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurutnya, BKPRMI lahir pada 3 September 1977 sehingga peringatan ke-49 ini sekaligus menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi dalam menjalankan kiprahnya di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, di Milad BKPRMI yang ke-49 ini kami selalu patuh terhadap AD/ART. Karena BKPRMI lahir pada 3 September 1977,” ujar Apipudin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap rangkaian kegiatan Milangkala BKPRMI, mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Tasikmalaya, pemerintah daerah hingga insan pers.
Apipudin menegaskan, keberadaan BKPRMI tidak hanya berorientasi pada penguatan internal organisasi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkokoh ukhuwah dan membangun sinergi dengan pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga pemerintahan desa.
“Intinya BKPRMI ini untuk memperkokoh ukhuwah dan memperkokoh struktur dengan pemerintah. Kami berupaya istiqamah dalam organisasi dan terus bersinergi dengan pemerintah,” katanya.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian Milangkala ke-49 yakni pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) BKPRMI di 39 kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.
Konsolidasi tersebut selanjutnya akan dilanjutkan dengan pelantikan kepengurusan BKPRMI di tingkat desa yang mencakup 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya.
Selain memperkuat struktur organisasi, BKPRMI juga menyiapkan berbagai kegiatan perlombaan dan kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Jumat, 4 September hingga 21 Desember 2026, bekerja sama dengan kegiatan Pekan Raya yang dipusatkan di kawasan helipad Cipasung, Singaparna.
Sejumlah perlombaan yang akan digelar antara lain pemulasaraan jenazah, Pildacil (Penceramah Dai Cilik), lomba mewarnai dan berbagai kegiatan lainnya.
Menurut Apipudin, lomba pemulasaraan jenazah bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memiliki kemampuan yang dapat diterapkan secara langsung ketika dibutuhkan.
“Untuk pemulasaraan jenazah, ini kami adakan sebagai bagian dari pembelajaran dan agar ilmu yang diperoleh bisa langsung direalisasikan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Apipudin juga menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya dalam kegiatan tingkat provinsi.
Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih predikat juara umum dalam kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Garut.

“Alhamdulillah, Kabupaten Tasikmalaya meraih juara umum. Mudah-mudahan dengan doa dan dukungan semuanya, prestasi ini bisa membawa manfaat dan keberkahan,” ungkapnya.
BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya juga menempatkan pendidikan keagamaan dan pembentukan akhlakul karimah sebagai salah satu fokus utama organisasi.
Berbagai kegiatan yang digelar diharapkan mampu menjadi sarana untuk membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Apipudin menilai, persoalan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat.
“Strategi kami salah satunya adalah menanamkan akhlakul karimah dan memperkuat pendidikan. Ini saling menunjang dan tidak bisa cukup diselesaikan oleh pemerintah saja, khususnya dalam mengayomi dan melayani pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya,” tuturnya.
Di sisi lain, BKPRMI turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap para ustaz dan ustazah melalui pemberian insentif.
Apipudin menyebut, insentif sebesar Rp300 ribu per tahun tersebut telah diterima oleh para ustaz dan ustazah. Ia berharap kebijakan tersebut dapat terus berlanjut dan semakin mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Alhamdulillah melalui insentif, sudah kami terima oleh semuanya para ustaz dan ustazah, nominalnya Rp300 ribu per tahun. Mudah-mudahan ada kesinambungan,” katanya.
Ke depan, BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya berharap dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan organisasi, pendidikan keagamaan dan berbagai kegiatan kemasyarakatan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Khususnya BKPRMI, kami berharap ke depan dukungan ini bisa bertambah dan tentunya membawa keberkahan bagi semuanya,” pungkas Apipudin. (Win/Mar)
Baca Juga Cegah Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Jaga Kiarajangkung Sukahening Ditutup Sementara
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang