FJG Apresiasi Semangat Lansia di Amengan Sepuh: Belajar Tak Mengenal Batas Usia

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Usia lanjut bukan alasan untuk berhenti belajar. Pesan itulah yang terlihat jelas dalam kegiatan Amengan Sepuh yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026.

Semangat para lanjut usia (lansia) mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, olahraga, hingga seni mendapat apresiasi dari Forum Jurnalis Galuh (FJG). Kegiatan yang melibatkan para sepuh tersebut dinilai bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi generasi muda di Kabupaten Ciamis.

Sekretaris FJG, Edwar Martin Alamsyah (Edo), mengatakan Amengan Sepuh menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia.

Menurutnya, para lansia justru memberikan pesan kuat bahwa proses belajar dan memperbaiki diri harus terus dilakukan, termasuk ketika seseorang telah memasuki usia senja.

“Forum Jurnalis Galuh sangat mengapresiasi diadakannya Pesantren Ampuh atau Amengan Sepuh yang diselenggarakan orang-orang tua kita yang tergabung dalam Lembaga Lansia Indonesia,” kata Edo.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diisi berbagai agenda. Selain memperdalam kegiatan keagamaan, para peserta juga mengikuti olahraga dan kegiatan seni.

Yang menarik, seluruh rangkaian kegiatan diikuti para peserta dengan penuh antusias. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa masa lanjut usia bukan berarti harus berhenti beraktivitas, bersosialisasi, maupun mengembangkan diri.

Baca Juga Cegah Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Jaga Kiarajangkung Sukahening Ditutup Sementara

Edo menilai semangat para peserta Amengan Sepuh patut menjadi teladan. Di tengah kehidupan generasi muda yang terus bergerak cepat, para sepuh justru memperlihatkan bahwa belajar dan mencari ilmu merupakan perjalanan sepanjang hayat.

“Ini menjadi contoh buat generasi-generasi muda. Dengan semangatnya para orang tua kita mengikuti rangkaian agenda, ada keagamaan, olahraga, dan seni yang tergolong dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Edo, kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan di usia lanjut. Aktivitas keagamaan dapat berjalan beriringan dengan olahraga, seni, serta interaksi sosial.

Dengan demikian, lansia tidak harus dipandang sebagai kelompok yang hanya membutuhkan perhatian. Mereka juga dapat menjadi sumber inspirasi, pengalaman, sekaligus teladan bagi generasi setelahnya.

“Jadi mencari ilmu itu tidak hanya sejak dini, tetapi setelah lanjut usia pun terus untuk menyempurnakan keahlian dan syiar agama Islam, khususnya di Tatar Galuh Kabupaten Ciamis,” tegas Edo.

FJG turut mengawal kegiatan Amengan Sepuh melalui peliputan jurnalistik. Bagi organisasi jurnalis tersebut, pemberitaan tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Edo menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis FJG yang ikut meliput rangkaian kegiatan tersebut sejak awal.

“Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman Forum Jurnalis Galuh yang mengikuti dari awal sampai berlangsungnya acara nanti tanggal 5,” katanya.

Ia berharap pemberitaan mengenai Amengan Sepuh mampu membawa pesan positif, khususnya kepada generasi muda. Semangat para lansia dalam mencari ilmu diharapkan tidak berhenti di lingkungan pesantren, tetapi dapat menginspirasi masyarakat secara lebih luas.

“Harapan kami dari Forum Jurnalis Galuh, dengan adanya edukasi terkait konten atau pemberitaan yang kami tayangkan ini, bisa menjadi suri teladan dan edukasi kepada teman-teman generasi muda untuk mengikuti jejak orang tua kita yang semangat mencari ilmu,” ujarnya.

Amengan Sepuh pada akhirnya bukan hanya tentang kegiatan para lansia di lingkungan pesantren. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menghadirkan pesan sederhana namun kuat: usia boleh bertambah, tetapi semangat belajar dan memperbaiki diri tidak boleh berhenti.

Para sepuh telah menunjukkan bahwa menuntut ilmu, mendalami agama, berolahraga, berkesenian, dan bersosialisasi tetap dapat dilakukan di usia lanjut.

Bagi FJG, semangat tersebut layak terus disuarakan. Sebab dari para sepuh, generasi muda dapat belajar bahwa perjalanan mencari ilmu adalah perjalanan panjang yang tidak pernah mengenal kata selesai. (Dods)

Baca Juga Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Selatan Cilacap, Getaran Terasa Hingga Tasikmalaya

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!