Pemkab Cianjur, Lanjutkan Pembangunan Jalur Puncak II Guna Memperlancar Pariwisata Dan Ekonomi Warga

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Kabupaten Cianjur, analisaglobal.com — Jalur utama Puncak setiap akhir pekan dan hari libur kemacetannya selalu tak terhindarkan. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan dan perekonomian terutama saat libur akhir pekan, Pemkab Cianjur, Jawa Barat, segera melanjutkan pembangunan jalur Puncak II.

“Pembangunan Jalur Puncak II yang masuk wilayah Cianjur, akan terus dilanjutkan tahun ini, bantuan dari Pemrov Jabar yang sebelumnya diajukan melalui RPJMD sudah diterima, sehingga pembangunan jalur Puncak II sebagai solusi macetnya jalur utama Puncak akan dilanjutkan,” kata Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur.

Ia menjelaskan, pembangunan jalur alternatif tersebut, sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi ini menjadi fokus utama pemerintah daerah serta memudahkan transportasi perekonomian dari Cianjur.

Keberadaan jalur alternatif tersebut, akan memudahkan dan lebih meningkatkan roda perekonomian di Cianjur, khususnya wilayah utara yang banyak memasarkan hasil bumi mulai dari sayur mayur, hasil tambak hingga bunga hias yang banyak mendapatkan pesanan dari pasar tradisional hingga pasar modern di Bekasi, Bogor, Jakarta, dan Tangerang.

“Meski nanti nasibnya sama dengan pengajuan Pemkab Bogor, kami akan upayakan jalan alternatif yang masuk ke Cianjur, sepanjang 11 kilometer itu, tetap akan diteruskan karena solusi macet di Jalur Puncak hanya satu, Jalur Puncak II,” katanya.

Salah satu supliyer sayur di Kecamatan Cipanas Supriatna mengatakan, “Solusi satu-satunya dengan dibangunnya jalur Puncak II, karena selama ini tidak jarang kami mengalami kerugian hingga belasan juta kalau kendaraan yang membawa pesanan sayur mayur ke Jakarta, terjebak macet hingga berjam-jam,” Ujarnya.

Jalur Puncak II dibangun adalah sebagai mimpi lama bagi warga khususnya di Kecamatan Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, karena Jalur Puncak II merupakan jalur alternatif yang dapat memudahkan mereka untuk mengantarkan pesanan dengan cepat dan mengurangi kerugian dalam biaya operasional.

Meski belum layak dilalui, tambah dia, setiap libur panjang akhir pekan, tidak jarang sopir melintas di jalur Puncak II yang masih berlubang dan rawan terjadi longsor, guna menghindari macet total di jalur utama Puncak.***UBH

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!