Bina Santri Mandiri Jalatrang Ciamis, Siap Jadikan Santri Minhajul Qur’an Menjadi Santri Yang Mandiri.

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Sesuai dengan namanya, Bina Santri Mandiri adalah swadaya masyarakat yang membentuk suatu kelompok mendirikan unit usaha guna membina para santri untuk menjadi mandiri.

Bernaung dibawah Yayasan Minhajul Qur’an di Dusun Desa, Blok Karanganyar, RT. 24/07, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Bina Santri Mandiri berkembang dan memiliki beberapa unit usaha, salah satunya perikanan yang memiliki luas kolam kurang lebih 1 hektar.

Ketua kelompok yang sekaligus Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Desa Jalatrang Ending Najmudin (52) mengatakan, Bina Santri Mandiri berdiri satu tahun yang lalu semenjak pandemi melanda negeri. Dalam kelompok Bina Santri Mandiri tersebut di kelola oleh sebagian dewan kiyai dan pengajar di Yayasan Minhajul Qur’an serta masyarakat setempat sebanyak 12 orang pengurus.

“Nama Bina Santri Mandiri di hubungkan dengan santri, karena mayoritas di lingkungan setempat kebanyakan para santri. Dengan tujuan supaya nanti santri yang sudah lulus menimba ilmu di sini selain di bekali ilmu keagamaan, mereka juga dibekali ilmu kewirausahaan. Sehingga ketika santri terjun ke masyarakat dan pulang ke kampung halamannya, mereka bisa menjadi santri yang mandiri”. Kata Ending Najmudin kepada analisaglobal.com Jumat (05/03/21).

“Keahlian yang diberikan oleh Bina Santri Mandiri kepada santri selain ilmu keagamaan, santri di bina dengan keahlian dibidang perikanan, pertanian, dan peternakan.” Jelasnya

Ending Najmudin menambahkan, sebelumnya pernah memiliki usaha budidaya jamur tiram namun tidak berlanjut karena lesunya perekonomian dampak dari pandemi. Selain itu juga, Bina Santri Mandiri memiliki peternakan domba dengan menggunakan pakan alternatif yaitu dari gilingan singkong, guna menghemat tenaga kerja. Tambahnya.

Menurut Dede Muslim selaku pengurus di Bina Santri Mandiri bagian pemasaran mengatakan, meskipun pandemi belum berakhir Bina Santri Mandiri masih bertahan bahkan laba dari usahanya masih surplus. Penjualan benur ikan nila nirwana sampai saat ini sudah merambah ke beberapa daerah di sekitaran Ciamis hingga Indramayu. Ungkapnya

“Bina Santri Mandiri sudah menjalin kerjasama (joint bisnis) dengan pengusaha garam madu di Indramayu, secara rutin kami sudah menjual 50 ribu ekor benur ikan nila nirwana setiap 3 hari sekali dan sebaliknya kami disini menjual garam madu yang dibeli dari Indramayu”. Kata Dede Muslim.

Meskipun dibalik pendemi membawa kerugian terdapat pula hikmah yang positif, salah satunya Bina Santri Mandiri yang memiliki kekuatan dengan semangat dan tekad yang kuat masyarakat dan santri masih bisa menciptakan suatu usaha untuk menjadi mandiri. Pungkasnya.***Goez/A. Yayat H

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!