Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi kewajiban bagi pemerintah, fasilitas sarana kesehatan menjadi faktor utama demi meningkatkan pelayanan sehingga sarana dan prasarana menjadi faktor utama.
Menurut ketua Perguruan Jalak Banten Nusantara (PJBN) Tasikmalaya Acep Sutrisna mengatakan yang menjadi kendala dalam sarana prasarana untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat saat ini di wilayah kabupaten Tasikmalaya belum memadai, seperti tidak adanya PMI yang terdekat dengan pusat kesehatan yaitu RSUD SMC. Ucapnya Selasa (11/05/21).
“Karena selama ini masyarakat di kabupaten ketika membutuhkan darah otomatis itu harus berangkat ke kota, sedangkan jarak dari Singaparna ke kota itu berapa kilometer ? apalagi pasien yang kritis dan stok darah tidak ada, itu akan menjadi masalah bagi pasien juga.” Ujar Acep Sutrisna
Lanjut Acep menuturkan, saya berharap dengan slogan kabupaten Tasikmalaya “Melayani Umat”, sehingga biar lebih gampang melayani umat di RSUD SMC ini lebih efektif dalam melayani umat yang sakit, saya ingin Bupati ini bisa memberikan solusi untuk memiliki PMI di kabupaten Tasikmalaya yang dekat dengan Rumah Sakit, sehingga lebih relatif memudahkan dalam pelayanan kepada keluarga yang sakit. tuturnya
“Hal ini memang harus dipikirkan matang, karena urusan darah ini bukan urusan yang gampang, karena urusan darah itu banyak kendala dan memang susah terkadang keluarga pasien membawa pendonor sendiri, jadi saya berharap hal ini bisa menjadi prioritas di kabupaten Tasikmalaya.” Jelasnya
Adapun untuk merealisasikan adanya PMI di kabupaten Tasikmalaya misalkan terkendala dengan undang – undang tentunya Dinas Kesehatan akan lebih paham, yang terpenting normatifnya atau prosedurnya di ikuti sehingga adanya PMI di wilayah kabupaten Tasikmalaya apalagi berdekatan dengan RSUD SMC bisa terlaksana. Ungkapnya
“Saya berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya bisa tanggap dengan merasakan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat dalam memuaskan di bidang kesehatan masyarakat, dan mudah – mudahan DPRD setuju dengan adanya PMI di Kabupaten Tasikmalaya.” harapnya
Ketika analisaglobal.com menanyakan apakah keberadaan PMI yang di Kota Tasikmalaya yang beralamat di jalan Laswi itu milik siapa ?
Acep juga menambahkan, untuk PMI yang dijalan Laswi mendengar kabar milik kabupaten, akan tetapi dirinya tidak tahu persis dan takut salah apakah milik Kota atau Kabupaten Tasikmalaya, dan kalau memang PMI milik Kabupaten Tasikmalaya alangkah baiknya dipindahkan ke wilayah kabupaten sehingga pelayanan akan bisa lebih maksimal bagi masyarakat. imbuhnya
Ditempat yang sama menurut Dewan Pengawas RSUD SMC kabupaten Tasikmalaya yaitu Asep Nurzaeni, M.Si, mengatakan dengan adanya harapan dari pihak PJBN untuk ada PMI di Kabupaten Tasikmalaya sangat setuju, karena selama ini memang kesulitan dalam mencari darah bagi keluarga pasien, sehingga kami juga berharap bisa ada PMI di kabupaten Tasikmalaya ini. Ucapnya
“Memang benar adanya ketika disaat pasien kondisinya kritis dan membutuhkan darah yang memang harus menempuh perjalanan ke kota dengan adanya jarak dan belum juga macet dijalan itu merepotkan juga dan itu bisa berbahaya.” jelas Asep Nurzaeni
Asep juga menegaskan dirinya selaku Dewan Pengawas RSUD SMC akan segera menghadap Bupati untuk menindak lanjuti agar keberadaan PMI di kabupaten Tasikmalaya bisa di prioritaskan karena ini mendesak dan bisa menjadi solusi bagi pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat kabupaten Tasikmalaya. tegasnya
“Intinya saya mendukung dengan keinginan PJBN untuk adanya PMI di kabupaten Tasikmalaya, dan kami akan segera tindak lanjuti karena harus menjadi prioritas.” pungkasnya***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang