Kota Tasikmalaya, analisaglobal.com – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Mohamad Sohibul Iman menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, di awal Puasa (1 Maret 2025)
“Pancasila adalah gotong royong, saling membantu, saling tolong menolong” ungkap Sohibul Iman
Bulan Puasa ini merupakan latihan bagi kita untuk saling tolong menolong, saling membantu. Kita merasakan bagaimana rasanya menahan lapar dan dahaga seperti saudara saudara kita yang selama ini mengalami hidup kekurangan makanan dan minuman.
Jadi, kalau kita mengimplementasikan pancasila dengan baik maka puasa di bulan Ramadhan ini adalah tepat untuk mengamalkan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ungkap Anggota DPR RI Komisi XIII.
Baca Juga PLN UP3 Tasikmalaya Berbagi Kacamata Gratis Untuk Guru Mengaji Dalam Menyambut Bulan Ramadhan
Sohibul Iman juga menjelaskan, Empat Pilar MPR RI adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman yang sejatinya bisa diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena sudah teruji seiiring perkembangan zaman, jelasnya.
Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan perpecahan.
Pelaksanaan sosialisasi bertepatan di bulan Ramadhan ini juga diharapkan dapat memberikan penguatan dan pemahaman kepada berbagai lapisan masyarakat yang hadir, tentang peran Pancasila, Undang-Undang Dasar, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Sehingga segala perbedaan akan menjadi kekuatan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai tantangan-tantangan yang terjadi sehingga masyarakat Indonesia akan lebih mencintai Negara Indonesia. (AD)
Baca Juga Puasa Pertama di Bulan Suci Ramadhan, Warga Cisayong Tumpah Ruah Ngabuburit Sambil Berburu Takjil
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang