Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Setelah beberapa hari yang lalu tanggal 03 Februari 2021, 143 Kades terpilih dari hasil kontestasi Pilkades serentak tahun 2020 dilantik oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M.
Dari 143 Kades terpilih itu, Arga Susyla Prayoga (26) menjadi Kades termuda di Kabupaten Ciamis. Kades termuda ini memenangkan Pilkades serentak dari 4 calon Kades lainnya.
Saat analisaglobal.com berkunjung ke kantornya yaitu Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Arga Susyla Prayoga mengatakan, Dalam Pilkades serentak di Kabupaten Ciamis waktu lalu sebetulnya tidak ada niat untuk mencalonkan diri, namun karena sering berkumpul dan bergaul dengan beberapa tokoh dan warga terutama dalam diskusi tentang kegiatan kelompok usaha seperti perikanan dan pertanian. Akhirnya banyak tokoh ulama, orangtua, rekan, dan pihak lainnya mendorong agar saya ikut maju dalam Pilkades di Desa Jelat, namun belum ditanggapi waktu itu. Kata Arga Susyla Prayoga. Senin (15/02/2021).
Arga Susyla Prayoga juga menuturkan, disamping banyak warga dan tokoh yang selalu memberikan masukan kepada saya untuk mencalonkan diri dalam Pilkades. Banyak pihak menaruh harapan jika terpilih menjadi Kades nanti, lebih mudah menyampaikan gagasan dan kebijakan untuk disampaikan kepada masyarakat. Maka dari itu, akhirnya saya berfikir dan berkumpul bersama keluarga di rumah membicarakan jika ikut pencalonan Pilkades. tuturnya
“Dengan dukungan keluarga, tokoh, dan warga yang responnya sangat tinggi, akhirnya ikut mencalonkan dalam Pilkades di Desa Jelat.” Ujarnya
Lanjut Arga menerangkan, Dalam pilkades di Desa Jelat itu waktu itu di ikuti 5 calon Kades, tapi dengan banyaknya kompetitor calon kades waktu itu di sisi lain bukanlah suatu saingan dan dianggap wajar bahkan di nikmati saia. Banyak perjalanan dan proses menghadapi Pilkades bahkan sampai dua kali di undur waktu pelaksanaanya. terangnya
“Ada dua komitmen dalam pemerintahan Desa Jelat, pertama membangun dulu sinergitas dan kepercayaan dengan masyarakat dan pejabat yang ada, dan yang kedua menginginkan kehadiran desa itu ada di tengah-tengah masyarakat, contohnya dalam bidang sosial, keagamaan, kemasyarakatan, pendidikan, dan lainnya supaya terasa bahwa pemerintahan desa itu ada di hati masyarakat”. Jelasnya.
Dalam prioritas utama untuk pembangunan Desa Jelat ada beberapa hal yang akan di jalankan, “salah satunya telah membuat MoU dengan salah satu perguruan tinggi di Ciamis yang sudah berjalan satu tahun yaitu program Beasiswa untuk 10 orang khusus bagi warga Desa Jelat. Dengan tidak ada persyaratan khusus bagi warganya asalkan ada niatan untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi disisi lain jika tidak memiliki finansial yang cukup, tinggal daftar ke Desa dan nanti Desa yang mengurus”.Ungkapnya
“Di tahun pertama ini saya dalam menjabat kepala desa di Desa Jelat, mulai dirancang dan diprogram yaitu mensinkronkan dalam komunikasi antar jabatan dan menyiapkan beberapa ruangan untuk bagian-bagian jabatan agar lebih mudah untuk berkomunikasi.” Pungkasnya.***Goez/A. Yayat H
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang