Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Harapan desa-desa di Jawa Barat terhadap bantuan provinsi (Banprov) 2025 tampaknya tinggal janji. Hingga akhir September, dana yang seharusnya menjadi penopang pembangunan desa belum juga cair. Hal ini memicu kritik pedas dari Kepala Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya, Jalil Kurdiana.
Menurut Jalil, kondisi tersebut ibarat ājalan tol macet totalā. Pembangunan infrastruktur desa ikut tersendat karena Banprov adalah salah satu tumpuan utama, selain dana desa. Sayangnya, dana desa pun kini dianggap lebih mirip ādana titipanā lantaran sudah dijejali berbagai program pusat.
āKalau boleh jujur, dana desa sekarang bukan lagi untuk desa, tapi untuk memenuhi titipan berbagai program kementerian. Akhirnya ruang gerak kami untuk membangun jadi sangat terbatas,ā ujarnya dengan nada kesal.
Sebagai contoh, tahun ini Desa Bendasari hanya bisa menggarap jalan usaha tani di Dusun Neglasari sepanjang hampir 500 meter dengan anggaran Rp240 juta, serta peningkatan jalan di Dusun Cikaronjo sekitar 337 meter dari dana tahap kedua. Sementara Dusun Cirehab dan wilayah lain harus gigit jari, menunggu kucuran Banprov yang tak kunjung datang.
āKami berharap Banprov bisa menutup kekurangan. Tapi nyatanya, sampai sekarang nihil. Padahal nilainya hanya Rp130 juta per desa, dengan Rp98 juta di antaranya untuk pembangunan fisik. Angka kecil bagi provinsi, tapi besar bagi desa,ā tegas Jalil.
Baca JugaĀ Penemuan Warga Meninggal di Kontrakan, Polsek Ciamis Bergerak Cepat
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang