Bantuan Aspirasi Ternak Sapi 2021 Untuk 2 Kelompok Tani di Desa Singasari Taraju Diduga Jadi Ajang Bancakan

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Turunnya Bantuan Aspirasi Ternak pada tahun 2021 untuk kelompok tani sudah tersalurkan. Akan tetapi dengan adanya bantuan ternak tersebut menjadi keharusan sebagian kelompok tani yang diduga mengada – ngada ketika datang atau turunnya bantuan ke kelompok selalu dikaitkan dengan bahasa atau istilah “NGUSEP”(Memancing-red) dan hal itu menjadi budaya di sebagian penerima bantuan.

Dengan adanya hal tersebut menjadi sebuah pertanyaan besar, dan otomatis perlu adanya penjelasan dan jawaban, entah berapa anggaran yang diperlukan untuk istilah “NGUSEP” tersebut .

Seperti contohnya yang terjadi pada kelompok tani Simpang dan kelompok tani Pojok di desa Singasari kecamatan Taraju kabupaten Tasikmalaya, kedua kelompok Tani tersebut menerima bantuan 8 ekor sapi, yang mana setiap kelompoknya masing – masing mendapat 4 ekor sapi.

Namun ada hal yang mengundang pertanyaan dimana dalam prosesnya menurut informasi yang masuk ke analisaglobal.com, bahwa kelompok tani tersebut harus mengeluarkan dana yang cukup fantastis sekitar ±Rp. 20 Juta.

Untuk memastikan kebenaranya, analisaglobal.com pun mencoba menghubungi Ruru selaku Ketua Kelompok tani Simpang. Saat di konfirmasi tentang adanya pengeluaran sebesar nominal tersebut, Ruru menegaskan bahwa “memang betul adanya pengeluaran uang tersebut.” tegasnya

Ruru Juga menuturkan, Kami bermusyawarah dengan anggota terkait dari mana untuk menyediakan uang sebesar itu ? Menurut Ruru para anggota menyerahkan 2 ekor Sapi untuk dijadikan jaminan yang harganya sebesar 20 juta, adapun kedua ekor sapi masih di tangan anggota, dan pihaknya siap bertanggung jawab bila sapi tersebut hilang atau di pindah tangankan. tuturnya

“Silahkan di cek ke kandang.” Jelas Ruru

Ketika ditanyakan untuk keperluan apa saja uang tersebut digunakan ?

Ruru menjelaskan, bahwa uang tersebut digunakan untuk pembuatan kandang, pembuatan proposal juga untuk hal – hal non teknis, akang – akang pun mungkin sudah paham tentang proses permohonan bantuan. Jelasnya

Dilain Pihak adanya hal tersebut dibenarkan oleh Nasrul salah seorang anggota kelompok tani Simpang, bahwa semua itu hasil kesepakatan semua anggota. Ucap Nasrul

“Yang jelas sapi masih ada di kelompok.” Singkatnya

Sementara menurut beberapa sumber, bahwa uang Rp. 20 juta dari hasil penjualan sapi sudah di potong oleh pembeli dengan alasan adanya piutang Ruru ke pembeli sebesar Rp. 7 Juta, yang menjadi pertanyaan warga kenapa program tersebut terpusat di kelompok yang dua itu ? kedua ketua kelompok tersebut baik Ruru maupun Milah adalah merupakan staf desa di desa Singasari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya.

Pada hari Senin (10/01/2022), analisaglobal.com mencoba kembali menghubungi Ruru melalui pesan Singkat WhatsApp (WA), untuk memastikan kembali adanya potongan piutang, akan tetapi dirinya menjawab sedang berada di wilayah Salopa.

Dengan adanya hal tersebut, diduga program bantuan aspirasi ternak sapi dijadikan ajang bancakan karena menjadi polemik di masyarakat yang disebabkan tidak adanya transparansi atas program tersebut, dan sampai berita ini diturunkan, untuk pemberi bantuan ternak sapi tersebut belum sempat dihubungi untuk dimintai keterangan, karena saat ini masih dalam pemantauan.***TIM

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!