BBWS Sosialisasikan Pekerjaan Pembangunan INTAKE dan Jaringan Transmisi IKK Daerah Irigasi

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Tepat pada hari Selasa tanggal (15/03/2022) BBWS Citanduy melaksanakan sosialisasi pekerjaan pembangunan INTAKE dan Jaringan Transmisi IKK DI (Daerah Irigasi) Sukarame Kabupaten Tasikmalaya yang di hadiri oleh Danramil, Kapolsek, Kejaksaan, Dirut Perumda, Camat, para Kepala desa kecamatan Leuwisari, Singaparna, Sukarame, dan masyarakat yang bertempat di aula kantor Kecamatan Leuwisari.

Usai acara Insan Prasasti, ST.MT selaku PPK air tanah dan air baku I, BBWS Citanduy menjelaskan kalau dirinya bertugas untuk melaksanakan Pekerjaan pembangunan INTAKE dan jaringan air baku spam yang nantinya akan di kelola pihak PDAM. Pekerjaan dengan sistem kontrak tersebut bernilai sekitar 7,4 M dengan pelaksanaan selama 8 bulan dan untuk kontrak sudah selesai jadi pekerjaan sudah bisa di mulai. Jelasnya.

Insan Prasasti,ST.MM menambahkan, untuk Tahapan yang sedang dilaksanakan yaitu sosialisasi yang merupakan bagian dari koordinasi dan komunikasi untuk lebih memperlancar pekerjaan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat yang terdampak langsung oleh pekerjaan. Imbuhnya.

Lanjut Insan untuk CV. Razan selaku pemenang tender supaya pekerjaannya bisa sesuai dengan mutu, volume dan nantinya bisa bermanfaat. Untuk pekerjaan sendiri mau tidak mau akan memberikan dampak mungkin akan sedikit ada gangguan bagi masyarakat dan konsekuensi dampaknya akan seperti apa nanti akan saya sampaikan lagi dampaknya seperti apa dan apabila ada bangunan yang mengalami kerusakan karena terdampak itu nanti akan di kembalikan seperti semula pada saat pelaksana mungkin akan berantakan tapi pada saat pekerjaan selesai harus sudah kembali seperti semula kami tekankan seperti itu kami juga meminta untuk masyarakat sekitar, dari aparat penegak hukum kami minta bantuannya untuk memberikan input selama pekerjaan berlangsung. Ungkapnya

Insan Prasasti, ST. MT selaku PPK air tanah dan air baku I, BBWS Citanduy. Selasa (15/03/2022). Foto : Dede P/analisaglobal.com

“Dalam pemenuhan kebutuhan air minum di bagi menjadi 3 steak holder mulai dari sumber air, masyarakat sampai dengan jaringan penerima di masyarakat. Kementrian PUPR melalui direktorat jendral sumber daya air dengan perwakilan BBWS Citanduy memberikan pelayanan dari sumber air sampai dengan sebelum WTF atau IPA (Instalasi Pengelolaan Air) sehingga airnya berupa air baku belum siap minum atau belum siap untuk di konsumsi.” Jelas Insan.

Lebih lanjut Insan menerangkan, Untuk IPA sendiri nantinya akan di oleh dengan berbagai bahan sehingga air menjadi layak untuk di konsumsi WTF/IPA kewenangannya masih di kementrian PUPR dengan direktorat jendral cipta karya setelah itu nanti ada jaringan distribusi utama sampai dengan sambungan rumah nanti ada kewenangannya di pemerintah kabupaten atau kota melalui PDAM selaku pengelolanya. Katanya

“untuk jalurnya sendiri meliputi Sukarame, leuwisari dan Singaparna karena memang sumber airnya atau mata airnya dari Cibuntu karena kelebihannya bersumber dari mata air bukan dari sungai dimana memiliki kelebihan sedimennya sedikit dan bangunan secara teknis menggunakan sistem gratifikasi tanpa menggunakan pompa sehingga akan minim biaya operasi untuk listrik”. Imbuhnya

“Dari yang di rencanakan untuk pengambilan desain kami adalah 20 liter/detik dan bisa di manfaatkan kurang lebih 1600 Kepala Keluarga.” tandasnya***Dede P

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!