Buruknya Pelayanan RSUD Dr. Soekardjo, PMII Kota Tasikmalaya Gelar Aksi Ke Gedung DPRD

Kota Tasikmalaya, analisaglobal.com — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya gelar aksi ke II ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Aksi tersebut untuk mengkritik terkait pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh RSUD Dr. Soekardjo terhadap Masyarakat Kota Tasikmalaya. Senin (07/03/2022)

Karena Kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan salah satu unsur kesejahteraan bagi masyarakat adalah terjaminnya kesehatan sesuai amanat Undang – undang 1945.

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya gelar aksi ke II ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Senin (07/03/2022). Foto : Day/analisaglobal.com

Saat di wawancara di sela-sela aksi, Korlap Aksi yaitu Heru mengatakan, bahwa kesehatan salah satu peran yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanggulangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi di negeri ini. Ucapnya

“Munculnya pelayanan buruk dan bobroknya pengelolaan Rumah Sakit Doktor Soekarjo yang merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik pemerintah Kota Tasikmalaya. Maka sudah seharusnya dalam hal pelayanan kesehatan harus mengutamakan nilai – nilai kemanusiaan, karena menyangkut keselamatan nyawa masyarakat dan terjaminnya Kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia sesuai amanat undang – undang 1945.” Ungkapnya

Pasalnya selain itu, kami juga mengkaji diduga ada Penyaringan pegawai yang tidak professional dan tidak proforsional hal ini juga berdampak terhadap peforma pelayanan yang tidak maksimal, jelas ini memperlihatkan bobroknya pengelolaan rumah sakit. tegasnya

Idealnya, lanjut ia mengatakan rumah sakit itu adalah sebagai tempat untuk mengobati masyarakat yang sakit, maka dilingkungan rumah sakit seharusnya memperhatikan lingkungannya untuk selalu bersih. Katanya

“Akan tetapi yang terjadi di Rumah Sakit Doktor Soekarjo Kota Tasikmalaya, sampah dibiarkan berserakan dimana – mana, kemudian tidak baiknya pengelolaan limbah, Bahan Berbahaya Beracun (B3), tentu ini menjadi sumber penyakit baru bagi orang sakit ataupun orang yang ada di lingkungan rumah sakit. Sehingga menyebabkan tidak maksimalnya penanganan Kesehatan terhadap pasien di Rumah Sakit. Karena Rumah Sakit yang tidak memperhatikan kelayakan fasilitas alat medis kesehatan darah, dan obat – obatan,” bebernya

“Maka perlunya peningkatan dalam segi tenaga Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, agar masyarakat mampu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat” Ujarnya

Masih kata dia, Sementara itu pelayanan Kesehatan terdiri dari beberapa komponen antara lain, ketersediaan mutu fasilitas pelayanan Kesehatan, obat, perbelakalan, tenaga Kesehatan, pembiayaan dan menejemen Kesehatan. Kemudian dalam pelayanan Kesehatan masyarakat harus memberikan pelayan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. pungkasnya

Di tempat yang sama Muhaimin selaku Ketua Umum PC PMII Kota Tasikmalaya menegaskan, sebelum Melakukan aksi sudah melayangkan surat ke pihak Kepolisian. Pemberitahuan sudah jelas, UU menyatakan pendapat dimuka Umum sudah jelas, maka kita menyampaikan surat ke kepolisian, dan persoalan kordinasi itu urusan kepolisian. Tegasnya

Muhaimin – Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya. Senin (07/03/2022) Foto : Day/analisaglobal.com

“Persoalan kordinasi bukan urusan kita, kalau kepolisian tidak direspon jangan salahkan kita” Tambahnya

Lanjut Muhaimin, kita akan terus aksi turun ke jalan sampai adanya Perbaikan di RSUD Dr. Soekardjo. Pasalnya ini dirut baru dan harus jadi langkah awal untuk merekontruksi ulang RSUD untuk lebih baik terutama dari sisi Pelayanan. tandasnya***Day

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!