Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis menyambut kedatangan Tim Klarifikasi Lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penilaian komitmen daerah terhadap pelestarian dan penguatan budaya Sunda berbasis kearifan lokal.
Klarifikasi lapangan dilaksanakan pada Sabtu (13/12/2025) di Kelurahan Sindangrasa. Seluruh perangkat daerah terkait hadir dan menunjukkan kesiapan serta antusiasme tinggi dalam mendukung proses penilaian tersebut.
Anugerah Gapura Sri Baduga merupakan penghargaan prestisius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi kabupaten/kota yang dinilai konsisten menjaga nilai budaya lokal, menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis kearifan lokal, serta mengimplementasikan budaya Sunda dalam kehidupan bermasyarakat dan pelayanan publik.
Tahapan klarifikasi lapangan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi yang telah disampaikan dengan kondisi faktual di lapangan.
Melalui kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai identitas masyarakat Tatar Galuh. Berbagai program dan kebijakan dipaparkan secara komprehensif kepada tim penilai, meliputi bidang kebudayaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal.
Baca Juga Dandim 0613/Ciamis Hadiri Rakor Operasi Lilin Lodaya, Tegaskan Sinergi Pengamanan Nataru 2025–2026
Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara profesional dan objektif. Bahkan, Dewan Juri melakukan inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan resmi.
“Sidak dimulai sejak Jumat sore dengan menyasar sejumlah titik di RW 9 dan RW 13. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang telah kami sampaikan,” ungkap Derry.
Ia menambahkan, kesiapan masyarakat menjadi nilai tambah tersendiri dalam penilaian. Tanpa adanya pengondisian, warga mampu menjawab setiap pertanyaan Dewan Juri secara alami karena program-program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah siap. Apa yang kami laporkan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dewan Juri meninjau sejumlah program unggulan di RW 9, di antaranya Kampung KB, Posyandu, PAUD, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Bank Sampah. KWT Sindangrasa tercatat pernah meraih juara tingkat Provinsi Jawa Barat pada kategori Urban Farming, sementara Bank Sampah berjalan konsisten dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, Posyandu di Kelurahan Sindangrasa dinilai memiliki keunggulan karena telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM). Tercatat sebanyak 14 Posyandu aktif, termasuk Posyandu Kemala dan Posyandu Pores, yang mencerminkan sinergi kuat antara masyarakat, pemerintah, dan unsur Polri dalam pelayanan kesehatan.
Nilai gotong royong menjadi poin utama yang mendapat apresiasi dari Dewan Juri. Saat kunjungan berlangsung, warga secara spontan melakukan kegiatan kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, hingga aktivitas sosial lainnya.
Bahkan, inovasi penanganan stunting melalui pola keluarga asuh berbasis gotong royong dinilai sebagai terobosan unggulan yang belum ditemukan di daerah finalis lainnya. Melalui pendekatan tersebut, angka balita stunting di Kelurahan Sindangrasa berhasil ditekan signifikan, dari 11 anak menjadi 6 anak.
Derry Yusman menyampaikan optimismenya terhadap hasil penilaian ini. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, serta sinergi seluruh OPD yang terlibat dalam pemenuhan aspek penilaian.
“Jika ini merupakan tahapan terakhir, kami tinggal menunggu hasil. Kami optimistis, namun tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” ucapnya.
Apabila Kelurahan Sindangrasa berhasil meraih prestasi terbaik, pemerintah kelurahan telah menyiapkan rencana tindak lanjut berbasis skala prioritas, di antaranya pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, serta penguatan program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan melalui KWT, koperasi, dan lembaga ekonomi lainnya.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Ciamis optimistis dapat meraih hasil terbaik dalam Anugerah Gapura Sri Baduga 2025, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah yang berbudaya, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat Provinsi Jawa Barat. (Dods)
Baca Juga Puncak Hari Guru ke-80, Kadisdikpora Pangandaran Tekankan Pendidikan Akhlak dan Aqidah Siswa
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang