Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com, — Dampak pandemi covid-19 memang begitu hebat tidak terkecuali dunia pendidikan yang terkena imbas atau efek yang ditimbulkan oleh virus tersebut, kegiatan belajar mengajar sudah tidak efektif, proses KBM dilaksanakan secara luring atau daring, sehingga sekolah atau kondisi bangunan sekolah luput dari perhatian para pendidik dan kepala sekolah.
Seperti halnya sekolah MI cihuni leuwi Dulang kecamatan Sodonghilir kabupaten Tasikmalaya, kondisi bangunan yang seolah tidak terawat dimana rumput-rumput dihalaman sekolah tumbuh merambat di setiap halaman, bahkan Galon galon untuk cuci tangan pun dibiarkan terpasang tanpa di isi air. Botol-botol sabun untuk cuci tangan berjejer dalam keadaan kosong dan yang lebih menghawatirkan adalah salah satu ruangan kayu penyangga gentingnya hampir runtuh.
Saat analisaglobal.com mempertanyakan hal tersebut kepada Misbah selaku kepala sekolah MI tersebut ,pihaknya menerangkan bahwa kondisi tersebut dikarenakan Dampak dari covid-19 juga MI kami tidak punya pesuruh jadi ya begini kondisinya. terang misbah. Rabu (28/04/21) yang lalu.
Terkait salah satu ruangan yang hampir roboh misbah menambahkan bahwa sudah lama kondisi ruangan seperti itu baru sekarang kami akan memperbaikinya dan mudah-mudahan cepat beres. pungkasnya.
Sungguh Sangat disayangkan dengan alasan tidak ada pesuruh dan dikarenakan luring dan daring di MI tersebut perawatan dan pemeliharaan bangunan sekolah jadi terabaikan. untuk hal ini kemenag kabupaten tasikmalaya diharapkan ada perhatian terhadap MI cihuni yang kekurangan tenaga pesuruh.***YM/Nur
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang