Dampak Pandemi Covid-19, Produksi Kopi Robusta INOT di Rajadesa Ciamis Menurun

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Dengan banyaknya petani kopi di Kabupaten Ciamis khususnya di Kecamatan Rajadesa, kali ini analisaglobal.com mencoba menemui salah satu pembuat olahan kopi Robusta yaitu Empud Saripudin (54) beserta istri ibu kasih (Inot) panggilan waktu kecil, dan kini menjadi nama brand merek kopi nya yaitu Kopi “INOT”.

Kopi Robusta INOT beralamat di RT 03/02 dusun pabuaran desa Sirnajaya kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis.

Menurut Empud mengatakan bahwa Usaha pengolahan kopi Robusta INOT dimulai dari tahun 2013 setelah mendapatkan bantuan perijinan dari Pemdes Sirnajaya dan dinas terkait di kabupaten Ciamis. Pada awal produksi kopi INOT memulai dengan bahan mentah hanya 7 kg, selang 3 tahun kemudian naik menjadi 10 kg, dan 3 tahun kemudian 15 kg dan pernah mencapai 50 kg perhari. Ucapnya Rabu (24/02/21).

“Untuk saat ini karena dimasa pandemi Covid-19 produksi cukup merosot dan sekarang produksi hanya 25 kg perhari.” Ujar Empud

Adapun Untuk harga kopi yang sudah siap saji kopi INOT membanderol harga untuk kopi kualitas B dengan harga Rp. 80.000/kg, kopi kualitas A di banderol dengan harga Rp. 100.000/kg dan satu lagi yang kualitas kopi lanang di banderol.dengan harga Rp. 150.000/kg. Dengan pemasaran meliputi daerah Rajadesa sendiri, sekitaran Ciamis, dan Tasikmalaya.

Empud saripudin juga menambahkan dan sangat berterimakasih karena kadang-kadang kalau ada kunjungan dari dinas terkait ke Rajadesa mereka suka berkunjung ke kopi INOT, bahkan perangkat desa Sirnajaya, pegawai Bank sering mampir sekedar ngopi atau membeli kopi serbuk untuk di konsumsi sendiri atau buat jualan. Imbuhnya.

“Harapan kedepan mudah-mudahan pandemi covid 19 cepat berakhir, sehingga perekonomian masyarakat bisa pulih kembali.” Pungkasnya.***Goez/A. Yayat.H

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!