Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, menjadi salah satu titik pantau dalam rangka penilaian Anugerah Makuta Binokasih 2025, sebuah program apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menilai komitmen daerah dalam penataan lingkungan, pengelolaan permukiman, serta inovasi berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.
Kunjungan penilaian berlangsung pada Jumat (14/11/2025) dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Provinsi Jawa Barat bersama jajaran, serta didampingi oleh Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis dan Camat Ciamis.
Kepala Desa Imbanagara Raya, H. Abdul Kodir, mengungkapkan rasa syukur atas ditetapkannya wilayahnya sebagai lokasi yang dipilih untuk proses penilaian tahun ini. Menurutnya, penetapan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tantangan bagi desa untuk terus memperkuat komitmen dalam pengelolaan lingkungan.
āAlhamdulillah, Desa Imbanagara Raya menjadi salah satu titik pantau penilaian dalam perlombaan Anugerah Makuta Binokasih. Siang tadi kami menerima kunjungan Kepala DPRKPLH Provinsi Jawa Barat beserta jajaran. Mudah-mudahan Kabupaten Ciamis dapat memperoleh nilai terbaik dalam lomba ini,ā ujar Abdul Kodir.
Kehadiran rombongan dari provinsi dipimpin oleh Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., selaku Kepala DPRKPLH Provinsi Jawa Barat. Beliau hadir bersama tim teknis dan pengawas penilaian untuk melihat secara langsung implementasi berbagai program lingkungan hidup yang dijalankan di Desa Imbanagara Raya. Adapun rombongan provinsi tersebut turut didampingi oleh Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis beserta staf terkait.
Dalam kunjungan tersebut, tim penilai melakukan peninjauan terhadap sejumlah aspek utama, mulai dari pengelolaan sampah skala rumah tangga, inovasi lingkungan hidup berbasis masyarakat, kebersihan fasilitas umum, hingga peran serta warga dalam menjaga ruang terbuka hijau.
Desa Imbanagara Raya sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pembenahan lokasi-lokasi strategis, peningkatan kesadaran masyarakat melalui kegiatan gotong royong, dan penguatan regulasi lingkungan di tingkat desa.
Pihak desa juga menampilkan sejumlah program inovatif, seperti pemanfaatan bank sampah, edukasi pemilahan sampah untuk warga, pengembangan kawasan hijau, serta penerapan sistem pengelolaan air bersih yang lebih terstruktur.
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang