Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Upaya pemerintah dalam mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan. Melalui program Active Case Finding Tuberculosis (ACF TB) dari Kementerian Kesehatan RI, Tirta Medical Center bersama Puskesmas setempat melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan yang fokus pada deteksi dini TBC. Program ini merupakan bagian dari kegiatan HIV Kemenkes yang dibiayai melalui APBN 2025.
Rizky Rahmawati, perwakilan dari Tirta Medical Center, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah dengan target mencapai 3.020 puskesmas. Setiap puskesmas diberi kuota 150 orang, sehingga total sasaran lebih dari 3.000 warga.
“Di sini kami fokus pada pelayanan rontgen dan screening TB dini. Ada lima sasaran utama, yaitu kontak erat dengan pasien TB, penderita diabetes melitus, perokok, masyarakat dengan gizi buruk, dan ODHIV. Screening ini penting agar kasus TBC bisa ditemukan lebih cepat sebelum menular luas,” ungkap Rizky.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan kader puskesmas serta petugas kesehatan setempat, sehingga lebih tepat sasaran dan dekat dengan masyarakat.
Baca Juga Janji Ganti Domba Tinggal Janji: Kades Bendasari – Sadananya Kecewa Sikap Timses KDM
Terkait himbauan untuk pasien yang terdeteksi TBC, Rizky menekankan pentingnya disiplin dalam pengobatan. “TB itu ada pengobatannya. Pasien harus rutin berobat selama 6 bulan penuh, kontrol ke dokter, dan patuh pada aturan minum obat agar bisa sembuh total,” jelasnya.
Sementara itu, dr. Reni Cahya Aprianti dari Puskesmas menuturkan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan ini melalui layanan Rontgen Mobile. Pemeriksaan rontgen diberikan secara gratis bagi masyarakat dengan gejala mengarah ke TBC atau yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB.
“Target kami 150 orang di wilayah ini. Setelah dilakukan rontgen, hasilnya akan dievaluasi kembali. Harapannya, dengan deteksi dini, masyarakat yang berisiko dapat segera ditangani. Selain TBC, pemeriksaan ini juga bisa mendeteksi indikasi penyakit paru lainnya,” kata dr. Reni.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga. Selain memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan paru dan pencegahan penularan TBC.
Dengan kegiatan seperti ini, pemerintah berharap angka kasus TBC di Indonesia bisa ditekan secara signifikan. Sejalan dengan target nasional, Indonesia menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030.
“Semoga dengan adanya program ini, semakin banyak kasus TBC yang ditemukan dan segera diobati. Kami ingin masyarakat sehat, produktif, dan bebas dari penyakit menular,” pungkas Rizky. (Dods)
Baca Juga Ketua Umum FORWAPI Kecam Ucapan “Wartawan Gembel” Oleh Oknum Kades Cibatu Ireng
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang