Diduga Bawa Kabur Uang Pinjaman, AA Janjikan Pengembalian Dua Minggu Sejak April 2024

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Sejumlah warga Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan seseorang berinisial AA yang merupakan warga kaum kaler desa Mnggungjaya kecamatan Rajpolah.

Persoalan tersebut bermula dari adanya tawaran kerja sama atau pinjaman uang yang disebut akan digunakan sebagai modal usaha kerajinan berupa pesanan box dokumen berbahan anyaman pandan.

Menurut informasi yang dihimpun, AA meminta sejumlah warga memberikan pinjaman uang dengan iming-iming pengembalian dalam waktu sekitar dua minggu. Namun, sejak uang diberikan pada sekitar April 2024, hingga September 2026, sejumlah warga mengaku belum menerima pengembalian sebagaimana yang dijanjikan.

Kondisi tersebut membuat para korban mempertanyakan keberadaan uang mereka. Terlebih, AA disebut beberapa kali memberikan alasan bahwa uang tersebut masih dalam proses penagihan kepada pihak perusahaan yang disebut sebagai pemesan atau pengguna produk kerajinan hingga terkendala perbankan.

Namun, seiring berjalannya waktu, janji pengembalian tersebut tak kunjung terealisasi. Komunikasi antara AA dengan sejumlah warga juga disebut semakin sulit, bahkan AA dan keluarganya sudah berpindah keluar kota, sehingga menimbulkan keresahan dan dugaan bahwa para pemberi pinjaman telah menjadi korban penipuan.

Baca Juga PAC Pemuda Pancasila Rajapolah Gelar Peringatan Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

Salah seorang warga Rajapolah yang mengaku sebagai korban, berinisial ES, menyampaikan bahwa dirinya memberikan uang kepada AA setelah mendapatkan penjelasan bahwa dana tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan modal usaha kerajinan.

“Awalnya disampaikan uang tersebut untuk modal pesanan box dokumen dari anyaman pandan. Katanya dalam waktu dua minggu uang akan dikembalikan,” ujar ES. Senin (07/09/2026).

Namun, setelah batas waktu yang dijanjikan terlewati, uang tersebut belum juga dikembalikan. ES mengaku beberapa kali meminta kejelasan mengenai pembayaran, tetapi justru mendapatkan alasan bahwa AA masih menunggu pembayaran atau sedang menagih kepada perusahaan.

“Awalnya kami masih percaya karena katanya sedang menunggu pembayaran dari perusahaan. Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami hanya ingin uang kami dikembalikan dan ada kepastian,” ungkapnya.

ES juga menyebut dirinya bukan satu-satunya warga yang mengalami persoalan serupa. Informasi yang diterimanya, terdapat beberapa warga atau puluhan warga lain yang juga memberikan uang kepada AA dengan pola dan janji pengembalian yang hampir sama.

Para warga yang merasa dirugikan berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik-baik. Mereka meminta AA memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penggunaan dana, keberadaan pesanan yang disebut-sebut menjadi dasar peminjaman, serta kepastian kapan uang para warga akan dikembalikan.

Apabila persoalan tersebut tidak kunjung mendapatkan penyelesaian, para warga disebut mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum guna mendapatkan kejelasan dan perlindungan atas hak mereka.

Hingga berita ini diturunkan, AA belum memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi terkait tudingan tersebut. Konfirmasi dan hak jawab dari AA tetap terbuka untuk memberikan penjelasan mengenai duduk perkara sebenarnya. (AD)

Baca Juga Erupsi Anak Gunung Krakatau Meningkat, Pancaran Lava Pijar Terlihat, Dentuman Terdengar di Sejumlah Wilayah

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!