Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Seorang Warga kampung Sambong Desa Gunungsari Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya ditemukan meninggal gantung diri di pohon jati milik warga desa Tonjong Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Diduga korban mengalami depresi dikarenakan penyakitnya yang tak kunjung sembuh. Selasa (19/01/2021)
Korban pertamakali ditemukan oleh saudaranya Iis (50) dan Ade (55) warga Kampung Cikubang Rt.018 Rw. 016 Desa Tonjong Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya.

Informasi yang dihimpun oleh Danramil 1218/Cikatomas Lettu Arm Ahmidinsyah mengatakan, Dimana kronologis Kejadian Pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 Sekitar pukul 15.30 Wib, di blok Tenjo laut Kampung Cikubang Desa Tonjong Kecamatan Pancatengah. Ucapnya.
“Untuk identitas Korban bernama Atep Bin Endang (20) seorang warga yang beralamat di Kp. Sambong Desa Gunungsari Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya”. Jelas Danramil
Lanjut Danramil Menuturkan, Sekitar pukul 09.00 wib korban datang menggunakan kendaraan roda 2 (dua) bertujuan ke rumah Iis sodaranya untuk meminta diobati, namun Iis meminta untuk sabar harus memakai uang, lalu setelah itu Iis pergi ke sawah beraktivitas seperti biasa. Kemudian sekira pukul 12.00 Wib, Iis datang ke rumah setelah pergi dari sawah, setelah itu Iis mengira korban sedang istirahat di saung. Sekira pukul 15.00 wib Iis beserta cucunya Sakira, Sekitar pukul 15.30 WIB Korban ditemukan sedang dalam Posisi tergantung di pohon jati yang tingginya sekitar 9 meter dengan posisi tali melilit di leher.” tutur Danramil

“Melihat kejadian tersebut sdri, Iis meminta tolong kepada warga yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), selanjutnya memberi tahu orangtuanya dan warga bergegas melaporkan kejadian ke Babinsa Koramil, dan Koramil yang lagi piket selanjutnya melaporkan kejadian kepada Danramil.”Jelasnya
Menurut Keterangan Bapak Korban dan Keluarga Korban yaitu Sdri. Cucu mengatakan bahwa ibu korban baru saja meninggal sekitar seratus (100) hari terakhir, mungkin karena mengalami ODGJ atau Depresi pasca meninggalnya Ibu korban. Ungkapnya
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim medis dari Puskesmas UPT Pancatengah, ditemukan tanda – tanda dari mayat diantaranya Kemaluan korban mengeluarkan sperma dan Dari bagian dubur korban mengeluarkan Kotoran.
Dan setelah dilakukan pemeriksaan mendapat kesimpulan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri dengan cara mengikatkan tali Tambang ke pohon Jati, dan setelah pemeriksan kemudian dari keluarga korban memohon untuk segera di kuburkan, mayat korban dan keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dikarenakan pihak keluarga sudah menerima dengan adanya kejadian tersebut. tandas Danramil

Adapun Barang bukti yang diamankan
1 (satu) tali tambang, Hasil yang ditemukan
Dari hasil pemeriksaan team Medis UPT Puskesmas Pancatengah dengan tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan.
Selanjutnya pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan dilakukan autopsi yang di tandatangan oleh pihak keluarga dan Menyerahkan jenazah kepada keluarga***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang