Diduga Proyek Pekerjaan Tanggap Darurat Bencana
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Proyek atau pekerjaaan yang didanai oleh pemerintah, baik pemerintah Kabupaten ataupun Pemerintah Provinsi dan Pusat, seyogyanya dilaksanakan penuh perhitungan dan tidak terkesan asal – asalan, sehingga hasil dari pekerjaan tersebut bisa dinikmati oleh warga.
Terkait hal tersebut, pekerjaan pemasangan bronjong di proyek tanggap darurat bencana dibawah kendali BPBD kabupaten Tasikmalaya yang didanai oleh pemerintah kabupaten Tasikmalaya melalui Dana BTT (Biaya Tidak Terduga), yang diduga tentunya cukup besar nominalnya, namun sebesar apapun dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk proyek tersebut, bila dikerjakan asal – asalan dan kurangnya pengawasan maka hasilnya tidak akan maksimal.
Di Desa Sundawenang Kecamatan Salawu Asal-Asalan
Seperti halnya yang terjadi di desa Sundawenang kecamatan Salawu kabupaten Tasikmalaya tepatnya di kampung Genteng Cibuleud RT 09/03, pekerjaan bronjong penahan longsor tidak bisa dinikmati oleh warga sekitar, pasalnya hasil pekerjaan diluar yang diharapkan, akibat dari pekerjaan yang kurang maksimal, dan alami kembali longsor, sehingga sebagian warga termasuk perangkat Desa Sundawenang terkait kinerja pihak ke 3 juga pihak BPBD akan proyek tersebut merasa kecewa.

Camat Salawu Drs. Denden Trio TS membenarkan atas kejadian tersebut, menurutnya bahwa pekerjaan proyek BPBD di wilayah Sundawenang kurang maksimal dan itu harus di perbaiki. Ucapnya, Jumat (29/07/2022).
Atas hal tersebut analisaglobal.com mencoba menghubungi Kalak BPBD kabupaten Tasikmalaya H. Endang Sahrudin, ST, MM untuk mengkonfirmasi hal tersebut, akan tetapi pihaknya mengarahkan analisaglobal.com untuk menghubungi Kepala Bidang (Kabid) dan Sekban terkait permasalahan tersebut.
analisaglobal.com pun langsung menghubungi Kabid Kurnia sesuai arahan dari Kalak BPBD Kabupaten Tasikmalaya melalui sambungan telepon WhatsApp (WA).
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
Kurnia menyampaikan bahwa pihaknya sedang berada di wilayah kecamatan Cisayong, dan permasalahan yang terjadi di Sundawenang, pihaknya belum begitu mengetahui secara pasti, dan silahkan hubungi yang di lapangan. Ucapnya singkat.
Saat di konfirmasi ke lokasi, tidak satupun pekerja maupun pihak BPBD yang nampak di lokasi, karena saat itu hari Jumat dan kemungkinan para pekerja pun sedang libur.
Dengan adanya kejadian tersebut, salah seorang warga berharap, dalam penunjukan rekanan atau pihak ke 3 harus lebih selektif, jangan karena kedekatan, proyek bisa berjalan walau hasil tidak maksimal, selain itu BPBD maupun pihak ke 3 harus mentaati Undang-Undang keselamatan kerja, dimana selama ini hasil temuan warga dan analisaglobal.com di lapangan masih ada pekerjaan proyek BPBD, dalam hal ini pelaksana ataupun pemborong diduga kuat mengabaikan Undang-Undang keselamatan kerja tentang K3.
Terkait dengan rentetan kejadian tersebut, diharapkan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya serta Dinas Terkait dan APH (Aparat Penegak Hukum) dapat terjun langsung kelapangan sehingga mengetahui jelas tentang beberapa masalah di pekerjaan proyek tanggap Darurat yang dilaksanakan di kabupaten Tasikmalaya, sehingga proyek-proyek yang melibatkan uang rakyat dapat terpantau dengan baik dan terhindar dari dugaan korupsi yang tentunya merugikan negara.***Yos Muhyar
Baca Juga Sambut 1 Muharram 1444 H, Panitia PHBI Desa Mangunreja Gelar Dzikir Bersama Dan Pawai Obor
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang