Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Pangandaran, analisaglobal.com — Viralnya Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata di media sosial yang menurut sebagian orang menantang masyarakat. Hal tersebut terjadi ketika kendaraannya yang dikawal oleh Kendaraan Unit Patwal Polres Ciamis melintas di depan kantor Bawaslu  Kabupaten Pangandaran yang beralamat di jalan raya Karang benda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.
Dimana ada sekelompok warga yang mengatasnamakan Masyarakat Pangandaran Bersatu berkerumun tengah melakukan audiensi di kantor Bawaslu Kabupaten Pangandaran pada hari Senin (04/01/2021) kemarin.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyanggah semua opini yang terjadi sebenarnya di postingan melalui salah satu akun facebook tentang dirinya, serta Bupati Jeje juga mengklarifikasi terkait opini yang menyatakan dirinya menantang rakyat. Ucapnya Selasa (05/01/2021).
Jeje Wiradinata pun menuturkan kejadian tersebut, bahwa pada awalnya sekitar pukul 14.00 WIB Senin kemarin, dirinya hendak berangkat dari kantor menuju Kecamatan Sidamulih untuk menghadiri salah satu kegiatan, akan tetapi tepat di jalan dekat Kantor Bawaslu Pangandaran saya melihat ada Danramil Pangandaran lalu saya buka kaca jendela untuk menyapa dan kendaraan pun berjalan pelan, setelah itu kaca jendela mobil saya tutup lagi.” tuturnya
Lanjut Bupati Jeje, tiba – tiba dirinya dikagetkan dengan adanya teriakan yang bersumber dari kelompok warga yang mengatasnamakan dari Masyarakat Pangandaran Bersatu yang berada di area depan kantor Bawaslu. “Ada samar – samar sampai menyebut kata nama hewan juga (anjing) Mendengar perkataan kotor itu ya saya turun dari mobil. Karena sudah keterlaluan, kalau dibiarkan itu berbahaya.” Ujarnya
Bupati Jeje juga menerangkan, Setelah saya turun dari mobil mengatakan ke arah kelompok orang dimana sumber suara perkataan kotor tadi keberadaannya. “Saya disini bukan menantang berantem, tetapi saya cuma ngomong ayo siapa yang berani mengucapkan perkataan kotor tadi, karena hal seperti itu kan kurang baik dilontarkan, bukan karena saya ini seorang bupati, akan tetapi itu sudah kelewatan.” Terangnya
“Saya pun sampai ngomong lima kali siapa yang berani mengatakan kotor lagi, tapi semua diam tidak ada yang mengaku,” Ujarnya
Bupati Jeje juga menegaskan, dengan adanya kejadian tersebut bukan berarti dirinya menantang rakyat, tetapi dirinya menegur oknum masyarakat yang kelewatan dalam berujar, mana mungkin saya menantang rakyat nya sendiri. “Masa sih kiranya masyarakat yang sudah kelewatan tidak ditegur, itu kan sudah kebangetan.” Tegasnya
Bupati Jeje pun saat ini sedang mengkaji dan menganalisa untuk proses penindakan hukum terhadap oknum masyarakat yang melontarkan perkataan kotor tadi dan menuding dirinya telah menantang rakyatnya.***A. Baron
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang