Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,– Bantuan yang di kucurkan pihak dinas pertanian, pangan dan perikanan untuk para kelompok tani merupakan program berkelanjutan untuk menunjang perekonomian para petani apalagi di masa pemulihan ekonomi seperti saat ini. Tepatnya tahun 2021 lalu pihak dinas menyalurkan bantuan berupa kambing atau domba serta sapi untuk para kelompok tani yang berada di wilayah kabupaten Tasikmalaya.
Program tersebut memang lah sangat membantu para petani akan tetapi dalam pelaksanaan penyalurannya diduga sering dijadikan ajang bancakan segelintir oknum demi meraup keuntungan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kejanggalan di lapangan seperti jumlah bantuan yang diterima tidak sesuai dengan yang di tetapkan serta barang atau domba yang diterima pihak kelompok dalam keadaan sakit tidak sesuai aturan yang di tetapkan.
Dari hasil penelusuran tim analisaglobal.com di lapangan banyak para kelompok yang mengeluhkan kalau domba yang diterimanya dalam keadaan sakit dan mati setelah beberapa hari di terima.
Dengan adanya hal tersebut diduga pihak dinas tidak selektif dalam memilih perusahaan yang menjadi pengadaan bantuan tersebut serta pihak ketiga yang diduga hanya mementingkan kepentingan pribadi untuk meraup keuntungan tanpa memikirkan kelompok yang menjadi penerima manfaat dari program tersebut.
Menurut salah seorang kelompok yang enggan disebutkan namanya menjelaskan kalau seluruh domba yang diterimanya tersebut sudah dalam keadaan sakit sejak pertama kali datang dan dalam keadaan sakit bahkan ada beberapa ekor domba yang mati setelah beberapa hari di pelihara bahkan setelah satu hari diterima keesokan harinya mati. Jelasnya.
“Dari awal datang juga semua domba sudah dalam keadaan sakit dan mati setelah beberapa hari meskipun sudah di beri obat. Bahkan sampai sekarang sebagian domba masih belum sembuh dan itu bisa di lihat dari mata dan hidungnya”. Ungkapnya
Dengan adanya kejadian tersebut, tim analisaglobal.com mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Dinas Pertanian pangan dan perikanan kabupaten Tasikmalaya, akan tetapi saat akan mengkonfirmasi Bidang yang bersangkutan sedang WFH (Work Form Home) karena ada salah satu pegawai yang diduga terpapar Covid-19. Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas belum bisa dimintai keterangan.***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang