Pangandaran, analisaglobal.com – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) kembali digelar sebagai agenda tahunan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran. Ajang ini diikuti oleh siswa-siswi sekolah dasar dari sepuluh kecamatan, sebagai wadah untuk mengasah kemampuan berbahasa daerah sekaligus melestarikan budaya Sunda.
Untuk dapat melaju ke tingkat kabupaten hingga provinsi, para peserta terlebih dahulu harus melalui seleksi ketat mulai dari tingkat korwil.
Kepala SD Negeri 1 Karangbenda, Yeyet Heryati, menyampaikan bahwa seluruh sekolah di Korwil Kecamatan Parigi mengikuti tujuh mata lomba yang diperlombakan pada FTBI tahun ini.
Dari tujuh kategori yang dipertandingkan, empat di antaranya berhasil diwakili oleh siswa-siswi SDN 1 Karangbenda, yakni lomba maca sajak, mengarang cerita pondok, nulis dan maca aksara Sunda, serta borangan.
Yeyet berharap, para perwakilan SDN 1 Karangbenda dapat meraih prestasi terbaik di tingkat kabupaten dan melaju menjadi duta Pangandaran di FTBI tingkat provinsi.
“Semoga anak-anak mampu membawa harum dunia pendidikan dan nama Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kevan Radinka Anwar, peserta lomba mengarang cerita pondok asal Korwil Parigi, berhasil meraih juara ketiga. Prestasi ini sekaligus mengantarkan nama SDN 1 Karangbenda ke jajaran sekolah berprestasi di tingkat kabupaten.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik, dan ini hasilnya. Persaingan di tingkat kabupaten sangat ketat,” ungkap Kevan. (driez)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang