Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) merupakan program Kementerian Sosial yang bertujuan merehabilitasi rumah – rumah masyarakat fakir miskin secara bergotong royong agar terciptanya hunian yang layak untuk di tempati dengan prioritas atap, lantai, dan dinding serta fasilitas MCK yang sehat dan kecukupan ruang yang memadai.

Program Rutilahu yang bersumber dari provinsi tahun anggaran 2021 yang di salurkan di akhir tahun 2021 tepatnya pada bulan Desember 2021 kemarin hingga sekarang terus berjalan, bahkan sebagian besar banyak yang sudah beres. Di kabupaten Tasikmalaya ada beberapa desa yang mendapatkan bantuan rutilahu tersebut sebanyak 20 desa, dan setiap desa mendapatkan kuota penerima sebanyak 20 unit rumah serta ada 2 desa yang mendapatkan 30 unit rumah, dengan masing – masing rumah mendapat sebesar Rp.17, 5 juta.

Menurut Yayat selaku ketua LPM Desa Banyurasa Kecamatan Sukahening mengungkapkan, kalau Desa Banyurasa mendapatkan kuota sebanyak 20 unit Rumah yang mendapatkan bantuan Rutilahu yang tersebar di 7 Kepunduhan. Dirinya juga sangat berterima kasih kepada pemerintah desa Banyurasa, Dinas PUTRPPLH, serta Anggota Dewan Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PDIP yang sudah ikut mengawal dari mulai pelaksanaan sampai sekarang. Ungkapnya. Sabtu (29/01/2022).
“Alhamdulillah untuk Swadaya masyarakat disini sangat bagus dan saya berharap kedepannya pemerintah desa Banyurasa bisa mendapatkan batuan lagi baik itu Rutilahu ataupun BSPS”. Ujarnya

Ditempat yang sama menurut Fitriana selaku sekretaris LPM menjelaskan, bahwa pelaksanaan pekerjaan sudah berjalan dan sudah mencapai 90% karena dari total 20 unit Rumah yang mendapat bantuan tinggal 2 unit rumah yang belum selesai. Jelasnya.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh unsur yang terlibat dalam program Rutilahu ini, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten Tasikmalaya, Dinas PUTRPPLH, pemerintah Desa Banyurasa, serta Bapak Nanang Romli selaku anggota DPRD kabupaten Tasikmalaya yang sudah mengawal berjalannya program rutilahu ini “.Jelasnya

Dilain pihak, Ewon dan Jojoh (Adik Kaka) yang sudah tua juga salah satu penerima bantuan yang sejak kecil sudah yatim piatu dan menderita tuna rungu serta tuna wicara (Disabilitas) terlihat sangat bahagia ketika rumahnya yang mendapat bantuan program Rutilahu dikerjakan hampir selesai.
analisaglobal.com pun yang berkunjung ke rumah Ewon dan Jojoh didampingi langsung oleh Neneh selaku keponakannya yang beralamat di kampung Selaawi Barat RT 01 RW 01 Desa Banyurasa Kecamatan Sukahening mengungkapkan, kalau dirinya sangat berterima kasih berkat adanya program tersebut sekarang rumah paman dan bibinya (Ewon dan Jojoh-red) sudah layak huni karena sebelumnya rumah pamannya sudah lapuk dan hampir ambruk. Ungkapnya

“Saya selaku keponakan sangat berterima kasih kepada semua unsur yang terlibat atas bantuan ini, Karena paman dan bibi saya yang menderita tuna rungu dan tuna wicara (Disabilitas) ini sekarang mendapatkan rumah yang layak, sekali lagi Alhamdulillah dan terima kasih untuk semuanya.” tandas Neneh
Sementara Yayat Hidayat selaku Kepala Wilayah (Kawil) Selaawi Desa Banyurasa sekaligus perwakilan pemerintah desa Banyurasa mengatakan, untuk wilayah selaawi ada 3 rumah yang mendapatkan bantuan rutilahu tersebut dan itu memang sangat tepat sasaran, apalagi ini bapak Ewon dan Ibu Jojoh adik kaka yang menderita tuna rungu dan tuna wicara atau penyandang disabilitas ini mendapatkan bantuan Rutilahu. Ucapnya

“Atas nama kepala wilayah Selaawi, saya berterimakasih kepada semua unsur yang terlibat dalam program Rutilahu, dan program ini sangat tepat sekali karena yang mendapatkan bantuan memang orang yang layak dibantu, dan tidak lupa kepada pihak media saya ucapkan terima kasih, atas nama pemerintah desa Banyurasa saya berharap semoga sinergitas pemerintah desa Banyurasa dan media ini tetap terjalin.” Pungkasnya***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang