Kota Bandung, analisaglobal.com — Direktorat Jenderal Pajak menilai turunnya jumlah pelaporan SPT tahunan pada tahun 2020 dipengaruhi oleh penghentian sementara pelayanan tatap muka. Di sisi lain, masih banyak wajib pajak yang belum mampu secara mandiri melaporkan SPT tahunan.

Dengan adanya hal tersebut Ini menjadi pembelajaran baik bagi Wajib Pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak, bahwa model layanan pajak ke depan akan semakin banyak memanfaatkan saluran elektronik dan teknologi informasi.

 

Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana bekerjasama dengan Pondok Pesantren Hidayatullah pada tanggal 11 November 2020 lalu mengadakan Sosialisasi Program Click, Call, and Counter (3C) yang dihadiri kurang lebih 25 orang Ustadz dan Ustadzah di lingkungan Pondok Pesantren.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Yayasan, J Harianto Solin, S.Pd.I, Dekan FEB Universitas Langlangbuana, DR. Gun Gunawan R.,S.E., M.M., Ak., CA. dan Narasumber yang terdiri dari Ari Bramasto, S.E.,Ak.,M.Si.,CA, Puti Harissa, S.E., M.M., Muliastuti Anggrahini, S.T., M.M.

Menurut Narasumber dalam acara tersebut yaitu Ari Bramasto, S.E.,Ak.,M.Si.,CA yang juga selaku Ketua Tim PKM dan Kabag PMB Universitas Langlangbuana mengatakan bahwa menilai dari kegiatan ini akan mampu mengakselerasi terwujudnya layanan melalui saluran elektronik. Apalagi, saluran elektronik, seperti telepon, chat, email, dan lainnya yang dibuka DJP sangat dimanfaatkan wajib pajak jelang tenggat pelaporan SPT tahunan yang berakhir tanggal 30 April 2020 dan dengan perkiraan rentang waktu yang sama untuk tahun yang akan datang. Ucapnya Senin (16/11/2020).

“Nantinya, layanan secara elektronik menjadi yang pertama bisa dimanfaatkan secara mandiri (Click), Jika ada kesulitan, bisa langsung minta bantuan melalui contact center (Call), dan Jika masih membutuhkan layanan secara langsung, wajib pajak bisa datang langsung ke kantor pajak (Counter).” Jelas Ari Bramasto

Lanjut Ari Bramasto, Setidaknya ada empat inisiatif di bidang teknologi informasi untuk mendukung program 3C. Keempat inisiatif itu adalah pertama, digitalisasi interaksi, Kedua, Big data analytics, Ketiga, otomatisasi, dan Keempat, kolaborasi. Pungkasnya***UWA

Leave a Reply