Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat warga Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, dalam membangun desanya. Melalui kerja sama dan swadaya masyarakat, pembangunan jalan poros Kampung Tarikolot–Dusun Cibenying Cibungkul berhasil melampaui target dari program Dana Desa (DD) tahap II tahun 2025.
Awalnya, pembangunan jalan direncanakan hanya sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter sesuai besaran anggaran yang tersedia. Namun, berkat swadaya murni warga, pembangunan berhasil diperluas hingga 665 meter atau bertambah 465 meter dari rencana awal.
Kepala Desa Cisadap, H. M. Muslih, mengapresiasi partisipasi dan antusiasme masyarakat yang luar biasa.
“Dengan anggaran terbatas, awalnya hanya bisa 200 meter. Tapi berkat swadaya warga, jalan ini bisa diperpanjang jadi 665 meter. Ini bukti nyata semangat gotong royong yang masih hidup di Desa Cisadap,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Muslih menuturkan, swadaya yang diberikan masyarakat bukan hanya tenaga, tetapi juga bahan material dan dukungan logistik yang semuanya dilakukan secara sukarela. “Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting bagi kemajuan desa,” tambahnya.

Jalan poros yang kini telah mulus itu menjadi akses vital antar dusun, menghubungkan lahan pertanian, pemukiman, hingga jalur ekonomi warga. Sebelumnya, jalan tersebut sulit dilalui terutama saat musim hujan karena licin dan berbatu.
“Sekarang kendaraan bisa lewat dengan lancar. Kami sangat terbantu,” ujar salah satu warga yang ikut bergotong royong.
Pembangunan ini dipimpin langsung oleh Ketua TPK Desa Cisadap, Toto Karto, bersama anggota TPK Iim ( Ketua RW 14 Dusun Cibungkul), dengan dukungan 8 tenaga ahli dan 7 warga lokal yang terlibat aktif di lapangan.
Menurut Toto Karto, keberhasilan ini tidak hanya soal hasil fisik, tetapi juga soal pemberdayaan sumber daya lokal yang membuat masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap hasil pembangunan.
“Kami ingin desa ini mandiri dan sejahtera dengan memanfaatkan potensi yang ada. Memberdayakan warga sendiri adalah langkah terbaik,” tegasnya.
H. M. Muslih menambahkan, keberhasilan pembangunan ini menjadi contoh bahwa Dana Desa hanyalah stimulan, sementara kekuatan utama terletak pada kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Ia menegaskan pemerintah desa akan terus mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis gotong royong.
“Selama masyarakat kompak, insyaallah keterbatasan anggaran tidak akan menjadi hambatan. Justru jadi semangat untuk lebih maju,” pungkasnya.
Dengan semangat kolektif ini, Desa Cisadap membuktikan bahwa desa mandiri bukan hanya soal dana, tetapi tekad dan kebersamaan. (Dods)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang