Guna Meningkatkan SDM Para Guru, Kabid GTK Gelar Sosialisasi Program Guru Penggerak

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Mutu dan kualitas pendidikan di tentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik itu sendiri, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kesiapan para pendidik dalam meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan berbasis komputer. Mau tidak mau para guru harus mempersiapkan pikiran dan tenaga yang mumpuni. Rabu (02/02/2022).

Dalam hal ini para guru yang berada di kabupaten Tasikmalaya secara serius mendaftarkan diri untuk mengikuti sosialisasi program guru penggerak yang secara resmi dibuka oleh H. Daris selaku Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.

Adapun kegiatan tersebut di bagi beberapa tempat dan jadwal yang telah disepakati. H. Daris sendiri membuka kegiatan tersebut di wilayah Kecamatan Mangunreja, dimana para pesertanya berasal dari Kecamatan Mangunreja dan Kecamatan Tanjungjaya, diperkirakan sekitar 70 peserta yang hadir.

Saat ditemui setelah usai membuka acara, H. Daris mengatakan, bahwa kegiatan tersebut hajat para guru yang menginginkan adanya peningkatan kemampuan atau SDM guru yang siap pakai, jadi untuk kegiatan ini berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan, dimana kegiatan tersebut tidak di danai dari manapun, kalaupun ada dana itu sah – sah saja, iuran dari para guru yang bersangkutan bahkan sekalipun mengambil dari Dana Bos pun di perbolehkan. Ungkapnya

H. Daris Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Rabu (02/02/2022).

Lanjut H. Daris, pihaknya berharap dengan adannya sosialisasi program guru penggerak akan muncul guru – guru yang berkualitas dan siap untuk berkiprah mencetak SDM murid yang siap pakai. Pungkasnya

Dilain pihak Ayi Achdiat S.Pd selaku ketua PGRI Salawu yang juga selaku ketua penyelenggara wilayah Salawu dan Puspahiang saat ditemui ditempat terpisah menuturkan, bahwa pihaknya meminta kepada guru yang dibawah usia 50 tahun untuk ikut dalam acara sosialisasi program guru penggerak, karena masih banyak waktu dan masih mudah dalam menyerap materi yang diberikan, dari Kecamatan Salawu sendiri mengirimkan peserta sebanyak 70 guru. tuturnya

Sementara itu Ibu Ira salah seorang guru yang juga peserta dari SDN Setia Laksana Mandalasari Puspahiang mengatakan, pihaknya merupakan salah seorang Guru Daerah Terpencil (GURDACIL), dirinya mengeluhkan kendala keberadaan sinyal internet yang sama sekali blank Spot (tidak ada sinyal), dan harus bagaimana cara kami memberikan laporan atau hal yang berkaitan dengan program guru penggerak, sedang untuk kegiatan rutin sekolah pun untuk mencari sinyal internet kami harus berjalan kaki sampai 2 KM (Kilometer). Ungkapnya

“Itupun kadang ada kadang tidak ada, untuk itu kami minta solusi akan permasalahan tersebut.” Ujarnya dengan penuh harap***Yos Muhyar

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!