Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Menyiasati perekonomian yang makin tidak menentu dirasakan semua lapisan masyarakat akibat Pandemi Covid-19. Ketua ICMI Jawa Barat Bersama DPP GENPPARI Indonesia giat mensosialisasikan pemberdayaan masyarakat dan stabilitas harga pangan dengan tema, “Satu Desa Satu Produk Unggulan,” yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Selasa (29/12/20)
Prof.Dr. H.Mohammad Najib Ketua ICMI Jawa Barat menuturkan, Ini kegiatan pendampingan satu desa satu produk, yang dijadikan target percontohan di desa – desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya terutama desa yang memiliki produksi UMKM. Ucapnya

“Jadi desa harus diprogramkan menjadi setiap desa memiliki satu produk. Bisa ada yang sama bisa juga beda dalam satu desa itu. Masing – masing desa punya produk khas masing – masing Memiliki ekonomi ketahanan pangan yang kuat.” Ujarnya
Acara tersebut diadakan di Padepokan Saung Batu Ampar Galunggung Malaganti Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya dan dihadiri juga Ketua ICMI Jabar bersama jajarannya, Ketua DPP GENPPARI Indonesia, DPD GENPPARI Kabupaten Tasikmalaya, Ketua GARNISUN Kota, Kabupaten Tasikmalaya dan Ketua BAIS Jawa Barat
Sementara itu Dadan Jaenudin Ketua Magot Kingdom dari Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya mengatakan bahwa Ini awal untuk memotivasi khususnya bagi masyarakat, bahwa kita jika berkarya atau berkreatif akan ada bonus penghargaan. Ucapnya
“Karena penghargaan itu pun merupakan bonus. Yang penting dengan adanya tujuan atau event seperti ini bagaimana masyarakat dapat mengangkat potensi kearifan lokal bagaimana kita bersaing dengan pasar-pasar yang lain. Untuk.” Jelas Dadan
Lanjut Dadan menuturkan, Karena basis masyarakat itu di desa. Pasca Pandemi Covid-19 ini dampaknya banyak dan krisis kesehatan dan ekonomi. Namun krisis ekonomi sangat dirasakan industri besar. UMKM harus tetap survive, untuk salah satu cara bagaimana UMKM, maka di setiap desa harus di proteksi kan menjadi desa unggulan dan memiliki produk unggulan karena sumber ekonomi desa ada di situ. tuturnya
Harapan kita bahwa dengan program ini target utamanya itu satu desa memiliki satu produk unggulan. Dan produknya merupakan produk unik dan jadi unggulan dan pusat industri sehingga seluruh masyarakat ramai – ramai bekerja disitu dan memproduksi itu.”Pungkas Mohammad Najib***Day
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang