Ikan Mati Massal di Imbanagara, Warga Duga Tercemar Limbah

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Ratusan kolam ikan milik warga di Dusun Lebak Lipung, RW 15, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, dilaporkan mengalami kematian ikan secara massal. Para pembudidaya mengaku merugi setelah air kolam berubah keruh, berbau, dan diduga tercemar limbah yang masuk melalui saluran irigasi.

Salah seorang pemilik kolam, Sutisna, mengatakan kematian ikan bermula saat kondisi air yang biasanya jernih mendadak berubah menjadi kehitaman dan mengeluarkan bau menyengat. Tak lama kemudian, ikan-ikan di kolam terlihat mabuk sebelum akhirnya mati.

“Biasanya air di sini tetap bening meskipun musim kemarau. Sekarang berubah hitam, berbau limbah, lalu ikan-ikan mabuk dan mati,” ujarnya. Jum’at, 17/7/2026

Menurut Sutisna, pencemaran diduga berasal dari limbah kandang sapi, limbah pabrik tahu, serta limbah rumah tangga yang mengalir melalui saluran irigasi dari wilayah Dusun Cibodas, Desa Cisadap.

Ia memperkirakan lebih dari 100 kolam budidaya terdampak. Di dua kolam miliknya saja, sekitar 80 kilogram ikan mas, tawes, dan mujair mati. Ikan-ikan tersebut bahkan tidak dapat dijual maupun dikonsumsi karena sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

“Ikan yang mati sudah tidak layak dimanfaatkan. Terpaksa kami buang. Kerugian yang dialami petani ikan cukup besar,” katanya.

Sutisna berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk memastikan penyebab kematian ikan sekaligus menghentikan apabila memang terdapat pembuangan limbah yang mencemari aliran sungai.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RW 15 Dusun Lebak Lipung, Yono. Menurutnya, laporan warga terus berdatangan sehingga dirinya langsung melakukan peninjauan, mendokumentasikan kondisi di lapangan, dan melaporkannya kepada Pemerintah Desa Imbanagara.

“Banyak warga yang mengadu karena ikan di kolam mereka mati. Kami sudah survei ke lokasi dan meminta pemerintah desa memfasilitasi penanganan bersama instansi terkait agar persoalan ini segera diselesaikan,” ujarnya.

Baca Juga Pemkab Pangandaran Raih Opini WTP dari BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025, Cerminkan Perbaikan Tata Kelola Keuangan

Yono mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, limbah diduga berasal dari kandang sapi dan pabrik tahu di wilayah Dusun Cibodas, Desa Cisadap, yang salurannya bermuara ke sungai hingga mengalir ke kolam-kolam budidaya di RW 15.

Menurutnya, persoalan bukan terletak pada volume air, karena debit air masih cukup untuk kebutuhan kolam. Namun, warga menduga kualitas air yang menurun membuat ikan tidak mampu bertahan hidup.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Cisadap, namun hingga kini belum ada langkah penanganan yang dirasakan masyarakat terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Cisadap, H. M. Muslih, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan serta uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, air limbah yang diperiksa dinyatakan tidak bermasalah.

Menurutnya, kematian ikan diduga terjadi akibat berkurangnya pasokan air selama musim kemarau, bukan semata-mata karena pencemaran limbah.

Meski demikian, Pemerintah Desa Cisadap memastikan akan menindaklanjuti laporan masyarakat. Pihak desa akan berkoordinasi dengan kelompok tani serta melakukan pengecekan langsung ke lokasi kandang sapi untuk memastikan pengelolaan limbah sudah berjalan dengan baik.
.
“Kami akan berkoordinasi dengan kelompok tani untuk memastikan apakah limbah dari kandang sapi tersebut biasa diambil atau tidak. Kami juga akan mengecek langsung ke lokasi kandang sapi sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat,” ujar H. M. Muslih.

Hingga kini, warga berharap instansi terkait melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kematian ikan, sehingga persoalan tersebut dapat segera ditangani dan tidak kembali merugikan para pembudidaya ikan. (Dods)

Baca Juga DPRD Pangandaran Setujui Raperda P2APBD 2025 Jadi PERDA, BKAD Pangandaran : DPRD SUDAH KETUK PALU

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!