Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Di awal tahun 2021 dimasa musim penghujan yang intensitasnya masih tinggi terjadi pergerakan tanah di daerah Kecamatan Kawali tepatnya di desa Talagasari, Dusun Sukamaju.
Menurut keterangan saat di temui di lokasi kejadian yaitu Dadang Rohyaman selaku Kesra Desa Talagasari menuturkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Jum’at (01/01/21) dengan pergerakan yang belum signifikan. Ungkap Dadang, Sabtu (09/1/2021)

“Adapun lokasi yang terdampak dari bencana tersebut meliputi RT 22 sebagian besar dan RT 21 sebagian kecil dengan data yang terdampak sebagai berikut : Jumlah KK yang terdampak 27 KK, jumlah jiwa 152 orang. Terancam rumah rusak 17 KK. Rumah rusak berat 5 unit, rumah rusak sedang 3 unit, dan rumah rusak ringan 11unit. sumber data ter update dari Desa Talagasari pertanggal 9 januari 2021.” Jelasnya
Lanjut Dadang juga menuturkan, Alhamdulillah Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M, BPBD, dan sejumlah dinas terkait sudah meninjau ke lokasi bencana pada hari Senin 4 Januari 2021. Bantuan yang sudah di terima antara lain dari dinas PUPR, BAZNAS, Dinas Sosial dan beberapa warga yang terdampak bencana sudah mengungsi ke beberapa daerah yang aman ke Desa Tetangga. tuturnya
Ketika analisaglobal.com ke lokasi bencana pada hari Sabtu 9 Januari 2021, pergerakan tanah masih terus berlanjut bahkan akses jalanpun tidak bisa di lalui oleh kendaraan roda 4. Karena terjadi amblas di beberapa titik dengan kedalaman sekitar 50 – 70 cm.

Di saat hari itu juga warga Dusun Sukamaju, perwakilan PemDes Talagasari serta Sekmat Kecamatan Kawali di bantu oleh sejumlah anggota Babinsa Koramil Kawali dan Polsek Kawali sedang melakukan giat pembuatan saluran untuk membuang air yang akan menuju lokasi bencana guna mengurangi terjadinya pergerakan tanah.
Sampai berita ini diturunkan, akses ke lokasi bencana sudah di tutup untuk umum bahkan sudah di beri garis polisi untuk mencegah terjadinya hal yang tidak di inginkan karena pergerakan tanah dari hari ke hari masih berlanjut.
Jurnalis : Goez/A. Yayat H
Kabiro : Agus “Centring” Budiman
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang