Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com, – Dengan adanya pandemi Covid-19, anggaran DAK, DAU serta BANPROV yang melalui dinas PUPR seluruhnya dipangkas sehingga banyak titik lokasi yang tadinya akan di bangun tahun 2020 akhirnya harus dihapus karena anggrannya dialihkan untuk penanganan Covid-19, terutama jalan yang menghubungkan ke 3 kecamatan yang ada di wilayah kecamatan bojonggambir desa cempakasari dialihkan di tahun 2021.

Terkait dengan adanya pemberitaan yang santer di media sosial, Kabid jalan dan jembatan Atep Dadi Sumardi, ST, MT. menjelaskan kalau seluruh anggaran telah di recofusing dan pada bulan Maret Menteri keuangan memangkas seluruh anggaran untuk DAK tersebut sehingga titik lokasi yang sudah ditetapkan di awal menjadi tidak ada. jelasnya. Senin (19/10/2020).

Lanjut Atep, bahwasannya seluruh perencanaan penganggaran kegiatan tidak bisa begitu saja di anggarkan, karena itu berbicara permin 1 untuk proses usulan penganggaran tersebut, dan rencananya akan di carry over di tahun 2021 dengan total anggaran yang awalnya 42 milyar menjadi 21 milyar. Katanya

Atep Dadi Sumardi, ST, MT. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUTRPP Kabupaten Tasikmalaya. Senin (19/10/2020) Foto Dokumen (Juse)

“Sebetulnya untuk peningkatan ruas jalan Cirende – Cihanura itu merupakan prioritas kita setiap tahun, di tahun 2019 kita ada inverfensi kegiatan disana kemudian di 2020 kita juga sudah mengusulkan karena itu sudah dialokasikan anggarannya dari dana alokasi khusus (DAK) cuma memang ada recofusing anggaran sehingga tidak bisa dilaksanakan, kemudian kita carry over di tahun 2021 pun ternyata ada pengurangan anggaran DAK, mudah-mudahan apa yang sudah di anggaran di tahun 2020 bisa dianggarkan kembali di tahun 2021 dan kami akan terus konsultasi dengan pusat”. ungkap Atep.

Masih menurut Atep bahwasannya masyarakat tidak perlu khawatir karena itu semua sudah menjadi bahan perhatian pihak pemerintah karena pada tahun 2019 lalu jalan cirende – cipatujah sudah ada pengerjaan dan tinggal kurang lebih 20 km yang belum di kerjakan. dan jalan tersebut sudah di usulan pihak dinas PUPR. tuturnya.

“untuk akses jalan cirende-cihanura memang sudah menjadi prioritas dan akan terus kami usahakan supaya secepatnya karena jalan tersebut merupakan penghubung beberapa desa, serta kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Garut serta menjadi akses yang sangat vital untuk masyarakat dalam mengangkut hasil bumi karena jalur tersebut tembus ke jalan nasional”. Pungkas Atep.***Dede Pepen

Leave a Reply