Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Menjelang bulan suci ramadhan, biasanya tradisi munggahan dilaksanakan di akhir bulan Sya’ban, Adapun bentuk pelaksanaannya cukup bervariasi, umumnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama di tempat wisata ataupun berkunjung ke keluarga untuk saling bermaaf- maafan, dan berdo’a bersama.
Menurut buku Tradisi-tradisi Menyambut Ramadan di Indonesia dan Dunia tulisan Yeti Nurmayati, Munggahan berasal dari bahasa Sunda yaitu “unggah” yang berarti naik. Secara istilah, Munggahan dapat diartikan naik ke bulan suci atau tinggi derajat.
Oleh sebab itu, secara filosofi Munggahan dapat diartikan sebagai prosesi penyambutan bulan puasa yang penuh kemuliaan, sehingga umat Muslim akan merasa bahagia dan dinaikkan derajatnya.
Tradisi Munggahan sejak dulu hingga kini masih terlaksana dengan baik dan penuh antusias oleh masyarakat Muslim, khususnya yang berada di tanah Sunda.
Seperti hal nya tempat wisata, tentunya menjadi pilihan keluarga untuk berkumpul bersama keluarga, salah satu tempat wisata yang banyak di kunjungi di kabupaten Tasikmalaya yaitu Wisata Pemandian Air Panas Curug Citiis yang berlokasi di Desa Padakembang kecamatan Padakembang.
Dengan suasana pemandangan alam yang alami di kaki gunung galunggung, pihak pengelola pun mulai bersiap untuk menyambut pengunjung yang akan berwisata di pemandian air panas Curug Citiis dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang sangat ketat sesuai dengan anjuran pemerintah baik pusat ataupun daerah.
Nurdin pengelola wisata Citis mengatakan, saya menghimbau kepada para pengunjung untuk menjaga terutama dalam menjaga prokes (Protokol Kesehatan dan mentaati peraturan yang ada di tempat wisata Citiis, dan Kapolsek juga sudah memberikan himbauan dalam peraturan Prokes. Ucapnya. Selasa (29/03/2022). kepada analisaglobal.com
“Kalaupun nanti ada peningkatan, kita tetap lakukan pembatasan sesuai kapasitas yang sudah diatur. Kita juga akan terus mengingatkan kepada pengunjung untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.” Jelasnya
Lanjut Nurdin mengungkapkan, saya juga berharap kepada Dinas terkait untuk bisa memberikan bantuan atau mengalokasikan anggaran untuk perbaikan akses jalan menuju wisata pemandian Cipanas atau Citiis, di karenakan pengunjung banyak yang komplain, hampir 80% pengunjung mengeluhkan soal akses jalan yang rusak. Ungkapnya
“Dengan memiliki akses jalan yang baik, tentunya wisata pemandian air panas Citiis ini semakin banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, karena disini juga selain wisata pemandian air panas ada juga wisata religi.” tandasnya***UWA/Day
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang