Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,- Kontestasi Pemilihan Kepala Desa serentak di 73 Desa tahun 2021 yang sebentar lagi akan di laksanakan, khususnya Desa Jayapura Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya akan segera di gelar pada tanggal 8 April 2021, yang mana merupakan ajang kompetisi politik yang begitu mengena, maka harus dijadikan pembelajaran politik bagi masyarakat. Rabu (31/03/2021).
Pada momen tersebut masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin desanya, banyak bentuk pesta demokrasi yang telah digelar di kehidupan politik kita sekarang. Mulai dari Pilkada Serentak, Gubernur dan Bupati, Pemilihan Presiden serta pemilihan legislatif, dan sekarang pilkades (pemilihan kepala desa). ungkap Guntur Hermawan Selaku Ketua Karang Taruna Desa Jayapura saat ditemui ditempat kedainya yaitu Kedai Kopi Binangkit.
Guntur menerangkan bahwa Pilkades sekarang ini sangat begitu menarik, karena banyak pihak-pihak yang saling terkait antara peserta, penyelenggara dan pemilih, masing-masing masyarakat punya kedekatan pribadi secara emosional maupun secara kekeluargaan, sehingga suhu politik di lapangan semakin terasa dibandingkan pemilu yang lain. Terangnya.
Guntur menambahkan, yang sangat saya sayangkan di pilkades adalah para calon pemimpinnya terkadang kekurangan motivasi, inovasi dan juga kekurangan secara mental dan intelektual, sehingga tidak ada ide atau gagasan yang di bangun dan ditawarkan kepada masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan. Kemudian ketika calon ini diamanahi oleh rakyat untuk menjadi seorang pemimpin tidak begitu paham dan mengerti peran dan fungsi dia sebagai pemimpin rakyat. imbuhnya.
“Dan yang harus kita antisipasi dari sekarang dalam memberantas KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) berawal dari pilkades yang jujur, adil tanpa money politik”. ungkap Guntur.
Lanjut Dia, Pemilihan kepala desa ini juga jangan hanya dijadikan sebagai ajang pergantian kepemimpinan, namun harus dijadikan juga sebagai sebuah pembelajaran demokrasi yang jurdil dan luber, serta memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Jangan sampai pemilihan kepala desa ini juga dijadikan money politik atau politik sara yang bisa memecah belah persatuan masyarakat. Saya juga berharap kepada para calon pemimpin desa harus membawa ide dan konsep yang besar, wawasan kebangsaan dan keislaman juga sangat penting yang harus dimiliki oleh para calon untuk menghindari konflik atau perpecahan dimasyarakat.
“Dan ketika kita memilih seorang kepala desa atau pemimpin rakyat harus mengetahui kualitas dan kapabilitas dari seorang pemimpin, apalagi tingkatan desa itu langsung berhadapan dengan masyarakat, jangan sampai pemimpin desa hanya memberikan janji-janji semata dan ketika terpilih dia lupa janjinya dan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu saya beserta kawan-kawan pemuda karang taruna akan berperan aktif dikompetisi pilkades ini karena harus ada kualitas yang dihasilkan dari produk politik, kepada masyarakat agar jangan pernah bermain money politik, dan dalam memilih seorang pemimpin harus jelas visi dan misinya untuk kesejahteraan masyarakat”. ungkap Guntur.
Lebih lanjut, Guntur mengatakan bahwa Ketika nahkoda itu tidak punya tujuan dalam menjalankan kapalnya maka akan terombang-ambing ditengah lautan dan tersesat tidak tau arah. Satu hal yang harus di ingat kepada para calon kepala desa, menjadi seorang pemimpin rakyat itu harus siap melayani dan siap mengabdi kepada masyarakat, karena kalian dipilih oleh rakyat.
“Saya juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mengawal jalannya pemilihan kepala desa ini secara damai, jujur, terbuka dan adil”. Tandasnya***Day
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang