Ketua Korlap Relawan Wani Sempat Di Iming Iming Sesuatu Oleh Ketua KPU

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Beberapa Pimpinan dari tiap Ormas, LSM, OKP dan beberapa komunitas pendukung Iwan-Iip yakni Tim Gabungan Relawan WANI beserta beberapa Pimpinan Ormas/LSM/OKP mengadakan Konsolidasi Evaluasi, Proyeksi dan Konfrensi Pers, di Posko WANI, Jalan Cikunir Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (24/12/2020).

Adapun menurut Ketua Tim Relawan Gabungan (Tim Gab) WANI Irman, menyampaikan diduga proses Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020 lalu. Diduga adanya kecurangan secara terstruktur, sistimatis dan masif. Banyaknya temuan di masyarakat jelang pencoblosan dalam bentuk bantuan tunai untuk yang kurang mampu berupa amplop berlogo Pemkab dengan tulisan Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto.”Ucapnya

Adapun dugaan temuan pelanggaran – pelanggaran tersebut berjalan di tingkat RT, RW, MUI, Madrasah, dan Ponpes berjalan hingga malam pencoblosan. Ia menyebut, hal itu menggunakan aliran dana APBD.

Upaya penyaluran bantuan – bantuan itu memberikan simbol dan ajakan Paslon dan termasuk penyerahan sertifikat Prona di masyarakat. Ini betul-betul upaya yang sudah terstruktur dan sistematis.”Terangnya.

Menambahkan Sementara itu, Wakil Ketua Korlap Tim Relawan Gabungan WANI, Dadi Abidarda menegaskan bahwa secara de fakto sudah terbukti dan secara de jure saat ini data-data tersebut telah diserahkannya ke Mahkamah Konstitusi dan PTUN.”Ucapnya

Banyaknya temuan dilapangan ataupun pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Paslon petahana ini sudah menjadi catatan serta dikumpulkan sebagai barang bukti untuk maju ke MK.”Jelas Dadi wakil korlap TIMGAB WANI

Menurut Aktivis eksponen 96 ini pun sangat menyoroti kinerja KPU dan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dan sempat menanyakan progres soal KPU untuk bisa mengeluarkan surat diskualifikasi kepada Paslon petahana.

Saya semakin yakin. Kecurangan ini semakin terang benderang dan terjadi di Pilkada Kabupaten Tasik, “Bahkan saya sempat di iming-imingi Oleh Ketua KPU,” dengan sesuatu. Apakah untuk menghentikan gerakannya atau tidak mengganggu proses yang telah dilaksanakan KPU. Malah ada seseorang pejabat di Kabupaten Tasik menawarkan sesuatu jika saya bersedia diajak kerjasama. Saya semakin yakin Kecurangan ini.” Ucap Dedi Abidarda Korlap Timgab Wani

Dengan tegas ia mengatakan jawaban Bawaslu ditunggu oleh publik lantaran jumlah anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada tidak sedikit dan menggunakan uang rakyat. “KPU juga harus berani terbuka, jangan sembunyi – sembunyi untuk bersikap dan bertindak demi kebaikan kita bersama dalam menciptakan demokrasi yang sehat jujur, bersih dan bertanggung jawab.” Tandasnya***Day

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!