KH Marsudi Syuhud, Ulama yang Mendunia: Dari NU Untuk Umat, Bersama Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, analisaglobal.com — Dr. KH. Marsudi Syuhud dikenal sebagai sosok ulama yang memadukan nilai-nilai keislaman, pengalaman organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, serta komitmen terhadap kebangsaan. Kiprahnya tidak hanya berakar pada lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga menjangkau berbagai forum nasional hingga internasional.

Bagi Marsudi Syuhud, kemajuan tidak harus dimaknai dengan meninggalkan nilai dan jati diri. Sebaliknya, nilai agama, kebangsaan, dan kemanusiaan harus mampu dihadirkan sebagai kekuatan untuk menjawab berbagai tantangan zaman.

Saat ini, KH. Marsudi Syuhud dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030. Sebelumnya, ia pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PBNU serta Wakil Ketua PBNU yang membidangi hubungan internasional, hubungan antaragama, ekonomi, dan investasi.

Di bidang ekonomi syariah, kiprah Marsudi Syuhud juga cukup luas. Ia aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional MUI, Dewan Pengawas IAEI, Pengawas DEKOPIN, Ketua INKOPONTREN, serta Ketua Umum ASPEP. Ia juga pernah dipercaya sebagai Komisaris Bank Muamalat Indonesia dan Dewan Pengawas BPKH.

Kader NU sekaligus akademisi dan praktisi hukum, Dr. Amrullah, SH.I., MH.I., mengatakan bahwa pengalaman KH. Marsudi Syuhud tidak hanya berada di tingkat nasional. Menurutnya, Marsudi juga aktif dalam berbagai forum perdamaian dan dialog antaragama di tingkat internasional.

Baca Juga Brigade Pangajar Dampingi Korban Dugaan Penculikan dan Penganiayaan, Oknum Aparat Hingga Guru PNS Disebut Terlibat

“Beliau aktif menjadi pembicara dalam berbagai forum internasional, di antaranya di India, Filipina, Italia, Amerika Serikat, Vatikan, Singapura, serta sejumlah forum internasional lainnya,” ungkap Amrullah, Kamis (20/8/2026).

Menurut Amrullah, pengalaman tersebut semakin memperkuat peran Marsudi Syuhud dalam membangun dialog lintas agama, memperkuat toleransi, serta mendorong perdamaian di tengah dinamika global.

Atas berbagai pengabdiannya, KH. Marsudi Syuhud juga memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya Global Peace Interfaith Leader Award 2014, Moslem Choice Award 2020, dan Main Cooperation Driving Figure Award 2022.

“Dengan pengalaman di bidang keulamaan, organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, dan diplomasi perdamaian internasional, KH. Marsudi Syuhud dinilai memiliki kapasitas untuk terus memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa,” kata Amrullah.

Ia menilai, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama, kebangsaan, kemajuan ekonomi, serta keterbukaan terhadap dunia internasional.

“Semangat yang dibawa beliau adalah membangun kemajuan tanpa kehilangan jati diri, memperkuat persatuan tanpa menghilangkan perbedaan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang maju, damai, dan bermartabat,” tuturnya.

Amrullah menegaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan, di mana kemajuan ekonomi dan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan moral, persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap kemanusiaan.

“Dari NU untuk umat. Bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga Surat Sudah Diterima, Audiensi KDMP Belum Jelas: PWRI Tasikmalaya Tagih Kepastian DPRD

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!