KSDA, MUI dan Cikananga Wildlife Center
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis mendukung Program Konservasi Satwa Indonesia yang diselenggarakan oleh KSDA Wil III Jawa Barat dan Yayasan Cikananga Wildlife Centre di Pondok Pesantren Miftahul Ridwan di Desa Maparah, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Senin (2/9/2023).
Ketua MUI Ciamis KH. Drs. Saeful Ujun mengatakan, biasanya masyarakat bisa mendengar ceramah para ulama, lalu bagaimana kita menyampaikan program ini kepada masyarakat. MUI punya fatwa nomor 14 tahun 1994 tentang pelestarian satwa dapat disinkronkan dengan program KSDA dan Yayasan Cikananga Wildlife Center.
Sosialisasi dan materi yang luar biasa diberikan oleh berbagai sumber antara lain MUI Pusat, KSDA dan Yayasan Suaka Margasatwa Cikananga. Materi yang diberikan sangat mendesak dan dibutuhkan untuk 11 kecamatan sekitar Gunung Sawal yaitu Kecamatan Sindangkasih, Cihaurbeuti, Panumbangan, Panjalu, Sukamantri, Lumbung, Kawali, Cipaku, Sadananya, Baregbeg dan Cikoneng.
Selenggarakan Lokakarya Konservasi Satwa di Gunung Sawal
“Saya dan rekan-rekan ulama bersyukur atas materi yang kami terima, karena kami mempunyai kewajiban untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat bagaimana cara menjaga satwa dan lingkungan”, katanya.
Ia juga berharap kedepannya kita akan memiliki Da’i lingkungan hidup yang minimal di kawasan sekitar gunung Sawal.
Baca Juga Tingkatkan Pelayanan Bagi Pasien, RSUD Ciamis Tambah Bed ICU Menjadi 16 Bed
“Nantinya mereka mendapat materi tentang pelestarian satwa dan lingkungan hidup,” harap Saeful Ujun
Di depan media, Kepala Bidang KSDA Wilayah 3 Jawa Barat BBKSDA Andi Witria Rudianto mengatakan, kerusakan lingkungan dan kehutanan di Jabar, khususnya di sekitar Gunung Sawal, masih minim dan terjaga dengan baik. Jadi, jika dilihat dari lahan terbuka saja, mungkin hanya 11% dari 5.500 hektare. Terkait dengan satwa, jumlahnya cukup banyak, dengan 29 kasus akibat perburuan liar.
“Gunung Sawal itu bagus untuk kicauan burung, kini banyak desa yang mempunyai peraturannya sendiri (Perdes) yang memuat kegiatan seperti itu,” ujarnya.
Andi berharap gerakan lingkungan hidup sebagai wacana baru akan lebih efektif jika masuk ke pesantren.
“Oleh karena itu, selain KSDA mengajarkam tentang pelestarian lingkungan hidup, diharapkan dapat dilaksanakan di MUI Kabupaten Ciamis tentang wacana adanya Da’i lingkungan hidup”, harapnya. (Agus Yayat H)
Baca Juga Jelang Pemilu 2024, Kapolres Tasikmalaya Kota Cek Kesiapan Sarana dan Prasarana
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang