Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Bertempat di Saung Sawah Desa Sukamaju kecamatan Baregbeg kabupaten Ciamis, kegiatan pencegahan stunting yang dilaksanakan Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, S.S., M.Si. anggota komisi IX DPR RI yang bekerja sama dengan pihak pemerintah kabupaten Ciamis berjalan lancar serta dihadiri para tamu undangan. Minggu (17/11/2024).
Dalam kegiatan tersebut, Aries Yanuar selaku pemateri mengungkapkan kalau 3 bulan sebelum menikah catin (calon pengantin) mengakses aplikasi Elsimil. Ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisi sehat pasca persalinan, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan Lanjut sampai usia 2 tahun dengan nutrisi sehat dan pengasuhan yang tepat.
“Guna mencegah stunting, Ada 4 poin yang harus di hindari pasangan yang baru menikah yaitu 4 T, diantaranya, Terlalu muda melahirkan, Terlalu tua melahirkan, Terlalu banyak anak, serta Terlalu dekat jarak antar kelahiran,” ungkapnya.
Sementara menurut Ibu Elma, menjelaskan tentang pengisian 7 aspek yang di ukur dalam KKA (Kartu Kembang Anak) agar para orang tua terus aktif memberikan stimulasi perkembangan anak agar anak bertumbuh dan berkembang sesuai usianya.
Baca Juga Korlantas Polri Ungkap Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92
Selain itu, Sekdis OPD Kabupaten Ciamis menjelaskan, kalau penyebab stunting pada anak ada beberapa aspek diantaranya, Pola asuh, Pola makan serta Lingkungan yg tidak sehat.

“Sekarang mulai didorong lagi pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas yang didalamnya dilakukan intervensi untuk pencegahan stunting. Saat ini kabupaten Ciamis bekerja sama dengan pihak Sucofindo dengan menurunkan enumerator untuk mengumpulkan data kondisi kesehatan anak di bawah 2 tahun,” katanya.
Sementara menurut Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, S.S., M.Si. Anggota Komisi IX DPR RI menuturkan, kalau stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan yang disebabkan kekurangan energi kronis dan penyakit infeksi berulang.
“Anak stunting memiliki kecerdasan yang terbatas karena perkembangan otak yang tidak optimal pada golden periode. Jika sudah terdeteksi stunting, segera bawa ke puskesmas atau faskes. Asupan khusus untuk anak stunting dari puskesmas atau faskes adalah PKMK (Pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus),” tuturnya.
Masih kata Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, S.S., M.Si, adapun cara untuk Pencegahan stunting adalah tanggung jawab keluarga karena segalanya berawal dari keluarga. Berikan contoh yang baik dalam keluarga agar anak-anak meneladani hal-hal yang positif sebagai bekal mereka bersosialisasi di masyarakat. Ada 4 Cara membangun keluarga berkualitas, diantaranya, Visi berkeluarga harus benar. Visi berkeluarga bagi muslim adalah ibadah untuk keluarga sakinah, ungkapnya.
“Selain itu, Perlunya perencanaan usia menikah, bagi remaja perempuan minimal 21 tahun dan remaja laki-laki 25 tahun. Kemudian perlunya perencanaan yang matang baik finansial, emosional dan psikologis. Membangun keluarga harus ada ketahanan keluarga, yang pertama ketahanan ekonomi, kemudian ketahanan sosial, yang ketiga ketahanan psikologis, dan yang keempat ketahanan spiritual. Pola asuh yang baik dan tepat,” pungkasnya. (UWA)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang