Masuk MCK Kembali Bayar, Diduga Obwis Cipanas Galunggung Lakukan Pungli Kepada Pengunjung

Malah Syahidin mengungkapkan, begini pak (awak media), sebetulnya kalau kita itu untuk di belakang tidak ada untuk kebersihan, karena dari pihak pemerintah tidak ada istilahnya bantuan untuk membeli kaporit, untuk membeli paralon, kita menyarankan seadanya dari MCK tersebut, ungkapnya.

Saat ditanya, itu sudah berjalan berapa lama ?
Lagi-lagi Syahidin membantahnya, Bisa di lihat kami itu untuk memperbaiki tahunan kemarin kita habis berapa ?, Katanya.

Baca Juga Dampak Longsor, Pengunjung Obwis Kawah Gunung Galunggung Menurun

Saat di konfirmasi perihal anggaran untuk pemeliharaan habis berapa ? Lagi-Lagi Syahidin mengelaknya dan malah menjawab yang tidak tidak.

“Kita ke pemerintah setiap tahun ada pemeliharaan, dan sekarang kan tidak ada, seperti untuk Cat tidak ada, hanya bisa untuk perbaikan saja. Harian saja untuk bilas itu, karena Kitakan tidak di batasi untuk bilas terutama sabun dan obat pembersih itu kan tiap hari.” Jelasnya.

Syahidin menambahkan, adapun sebagai informasi untuk puncak liburan per-hari ini Selasa (25/04/23) alhamdulilah tadi pada jam 00.00 WIB sampai jam 13.00 WIB sudah mencapai 1867 karcis terjual, dan mudah-mudahan bisa terus seperti kemarin, dan kalau kemarin mungkin kita ada 2360 sampai jam 00.00 WIB dari Jam 16.00 WIB sore hari, mudah -mudahan sekarang bisa lebih.

“Jadi kami mohon maaf bilamana ada anak buah kami di bawah bukannya sengaja kesalahan mereka karena memang di bawah kelihatanya banyaknya orang yang dari luar yang membantu, sehingga memang kami dalam pengawasan agak susah juga.” Imbuhnya.

Masih Kata Syahidin, kembali ke masalah MCK, Kebetulan MCK ruang bilas ada 3 di atas, dan 1 di bawah, jadi ada di tiga tempat, untuk MCK yang lainnya, memang kita kalau yang di belakang kamar MCK, cuma dua-duanya punya kita semua di atas ada 3 (Tiga).

Selain itu analisaglobal.com pun menanyakan terkait parkiran, ia menjawab, untuk hal tersebut beda, karena itu milik perhutani, namun dirinya juga sempat meralat bahwa parkir milik karang taruna.

Atas kejadian tersebut, analisaglobal.com berharap ke pihak dinas terkait yaitu Disparpora Kabupaten Tasikmalaya dan Saber Pungli Kabupaten Tasikmalaya untuk tidak duduk manis saja dan berharap segera melakukan evaluasi di obyek wisata Cipanas Galunggung, sehingga dugaan pungli untuk segera ditindak dan ketika pembenahan managerial dilakukan tentunya dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi kabupaten Tasikmalaya dari sektor wisata.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas terkait belum dapat dikonfirmasi. (Yusrizal)

Baca Juga Libur Lebaran 1444 H, Pengunjung Wahana Ampera Waterpark Meningkat 100%

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *