Meski Mengidap Kanker Serviks, Eti Warga Bojongmengger Tetap Mencari Nafkah Untuk Biaya Pengobatan

“Setelah Kanker serviks terdeteksi, Ibu Eti langsung dirujuk ke salah satu RS di Banyumas untuk jalani Kemoterapi. HB darah yang terus rendah juga mengharuskannya untuk transfusi darah.” Kata Jiah saat di konfirmasi lewat telepon.

Jiah menambahkan, kedepannya ibu Eti harus rutin melakukan kemoterapi, radioterapi, dan juga transfusi agar sel kanker tidak berkembang. Meski kemoterapi menyebabkan rambutnya rontok serta keluar cairan berbau dari tubuhnya, Ibu Eti memilih untuk terus hadapi kesakitan kemo.

“Karena ia masih memikirkan anak-anaknya terutama si Bungsu yang masih berusia 6 tahun. Kini ibu Eti sendiri kesulitan untuk berobat, hutang piutang ke sana sini sudah ibu Eti lakukan. Bahkan tabungan dan gaji kedua anaknya tidak cukup untuk memenuhi keseluruhan pengobatan. Belum lagi kini ibunya yang tinggal di rumah, mengalami sakit paru sehingga tak bisa merawat Ibu Eti di rumah.” Jelasnya.

Lanjut Jiah, kini bersama rekan-rekannya sedang melakukan kegiatan untuk menggalang dana membantu meringankan biaya pengobatan penyakit kanker serviks yang ibu Eti derita.

“Bagi saudara yang ingin membantu menyisihkan rejekinya untuk meringankan beban biaya yang di butuhkan ibu Eti, silahkan bisa menghubungi alamat di atas atau bisa langsung melalui https://kitabisa.com/campaign/bantubiayabueti.” Pungkasnya.***A.Yayat

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *