Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Dalam Rangka antisipasi dampak pandemi Covid-19 khususnya di kawasan pedesaan, Kementerian PUPR melanjutkan program-program padat karya tunai dengan percepatan pembangunan infrastruktur kerakyatan di tahun 2020. Salah satunya yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dilaksanakan oleh Balai-balai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) bersama masyarakat. Jumat (16/10/2020).

P3TGAI merupakan pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier, dari saluran alam/tanah menjadi saluran dengan pasangan batu/lining yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat. Para Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara musim tanam dan panen.

Salah satu kelompok P3A (P3-TGAI) yang sudah selesai melaksanakan pekerjaan pembangunan yaitu kelompok Munggaran Mukti yang berada di desa jayamukti kecamatan leuwisari telah beres melaksanakan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi yang berada di kampung bangkonol meskipun kabupaten tasikmalaya sedang di guyur hujan terus-terusan dan di tengah wabah covid-19.

Saat ditemui di lokasi, ketua P3A munggaran Mukti Dendi Nuryana menjelaskan kalau antusias para petani sangat bagus dan sangat mendukung adanya pembangunan peningkatan jaringan irigasi tersebut karena para petani sangat mengharapkan bantuan tersebut, hingga saat ini pengerjaan masih terus berjalan dan tinggal finishing jadi tinggal menunggu waktu untuk melaksanakan musyawarah 3 MDST bersama para petani. jelasnya.

“Kemarin hasil pengukuran dalam RAB 529 meter dan alhamdulilah dengan swadaya masyarakat kami bisa merealisasikan 300 meter lebih kiri dan kanan jadi 600 meter lebih, cuman ada sebagian lagi kami belum bisa merealisasikan karena dananya itu terbatas, dan mudah-mudaha kedepannya dapat terselesaikan karna kami juga kemarin dari bbws dan disarankan untuk mengajukan lagi kalau masih ada lokasi yang masih belum tersentuh dari pembangunan”. ungkap Dendi.

Dendi juga menambahkan kalau pengerjaan tersebut mengacu kepada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADART) P3A Munggaran Mukti dan untuk Masalah pemeliharaannya akan diserahkan kepada kelompok p3A nya sendiri dengan cara ONTA ( satu on sebata ) untuk pemeliharaannya karna untuk pemeliharaan lebih sulit daripada membangun. Jadi di dalam musyawarah ke 3 nanti dirinya akan menekankan kepada para petani yang ladangnya terairi untuk berdiskusi atau mengadakan iuran sekemampuannya untuk perawatan kedepannya. imbuhnya.

“saya selaku ketua kelempok p3A munggaran Mukti mengucapakn banyak terima kasih kepada stikholder, kementerian PUPR serta pihak BBWS yang sudah memberikan bantuan dana sebesar 195.000.000 yang sudah kami realisasikan sepanjang 529 meter dengan dibantu swadaya masyarakat “. pungkas Dendi***Dede pepen

Leave a Reply