Miris…Seorang Lansia Di Tanjungsari Salawu Selalu Ikut Mengantri Walau Tidak Terdaftar Didata Penerima Bantuan

Miris…Seorang Lansia Di Tanjungsari Salawu

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Miris seorang lansia berusia 80 tahun datang ke kantor desa Tanjungsari kecamatan Salawu untuk mengambil bantuan BLT subsidi BBM dan program sembako tunai, tetapi sayang lansia tersebut tidak terdaftar dalam DTKS apapun, walaupun sudah beberapa kali di daftarkan melalui operator Desa Tanjungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan adanya hal tersebut menjadikan sebuah pemandangan yang sangat menyentuh hati kita semua, dimana hati nurani pihak pemerintah Dinas sosial dan kementerian sosial untuk seorang lansia, dimana saat seorang ibu-ibu yang sudah lanjut usia ikut mengantri di kegiatan pembagian BLT Subsidi BBM dan BPNT sedangkan lansia tersebut tidak mendapatkan bantuan.

Saat analisaglobal.com mencoba berkomunikasi dengan Mak Tia seorang lansia yang membawa dokumen kartu keluarga (KK) dan dia merupakan warga Kampung Tonjong Desa Tanjungsari Kecamatan Salawu.

Walau sedikit kesulitan untuk berkomunikasi dengan Mak Tia namun akhirnya mendapatkan pengakuan dari Mak Tia bahwa pihaknya akan mengambil uang bantuan. Ucap Mak Tia.

Selalu Ikut Mengantri Walau Tidak Terdaftar Didata Penerima Bantuan

“Tapi emak mah sok ti kuwu narimana teh, (Tetapi Emak Suka merima nya dari Kepala Desa-red).” Ujarnya.

Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia

Deni Kaur Kesra Desa Tanjungsari membenarkan bahwa Pak Atep Abdul Cholik selaku kepala Desa dengan kebijakan setiap ada pencairan bansos Mak Tia selalu di beri uang dari kantong Pak Kades sendiri bahkan masih ada sekitar 5 warga yang seperti Mak Tia. Ucap Deni, Rabu (21/09/22).

Dilain pihak Atep menyebutkan bahwa setiap ada pencairan bansos Mak Tia selalu datang dengan membawa Kartu Keluarga (KK) padahal Mak Tia sendir tidak tercatat didata sebagai KPM, rasa empati saya terhadap kondisi Mak Tia saya selalu menyisihkan uang pribadi untuk Mak Tia agar di waktu pulang Mak Tia bisa tersenyum. Ungkap Atep.

Atep juga menambahkan,”bahwa atas nama Mak Tia sudah beberapa kali diajukan melalui operator, tetapi sampai saat ini belum terealisasi, yang membuat saya beserta perangkat Desa kenapa data penerima bantuan yang muncul masih ada orang-orang atau warga yang strata sosialnya jauh lebih baik dari Mak Tia.” Imbuhnya.

Dalam kasus Mak Tia di atas, adakah baik orang Dinas Kabupaten Tasikmalaya maupun pihak Kemensos untuk Mak Tia seorang lansia ada perhatiannya, Kartu KK yang selalu dibawanya merupakan saksi nyata kurang tepatnya sasaran bantuan yang pada akhirnya menjadi konflik dan polemik dibawah ataupun di daerah. (Yos Muhyar)

Baca Juga Diduga Menyalip Dengan Cara Zigzag Dan Berujung Penganiyaan, Kedua Sopir Angkot Akhirnya Damai

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!