Cilacap, analisaglobal.com — Pelaksanaan pekerjaan kegiatan dari dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Pemukiman Direktorat jenderal sumber daya air BBWS Citanduy pada tahap 3 saat ini sedang di laksanakan di daerah wilayah kabupaten Cilacap, disetiap desa yang mendapatkan program percepatan Tata guna air irigasi (P3 – TGAI) sangat di sambut baik oleh warga masyarakat pedesaan yang banyak berharap dengan dilaksanakannya program tersebut akan membuat lebih baik dalam bertani untuk masalah saluran air yang lebih lancar.

Namun pada hakikatnya program tersebut sangat rentan dalam pelaksanaannya di lapangan, program yang di gulirkan pihak BBWS kesetiap kelompok penerima terkadang diduga ada yang kurang baik dalam pengelolaan ataupun pembangunannya.

Ketika analisaglobal.com mendatangi salah satu desa di wilayah kecamatan Kedungreja yaitu Desa Sidanegara yang mendapatkan bantuan perbaikan Saluran irigasi tersier yang di laksakan oleh kelompok P3A MEKARSARI III dengan ketua yaitu bapak Satar mengatakan bahwa pelaksanaan program ini memang dari BBWS Citanduy untuk perbaikan saluran irigarisi tersier dengan nilai Rp.195.000.000 untuk perbaikan irigasi dengan panjang kurang lebihnya 300 Meter” Ucapnya

Satar juga menambahkan kalau semua sedang dalam pengerjaan dan itu di kerjakan bersama – sama oleh kelompok P3A juga bersama warga masyarakat sekitar wilayah desa Sidanegara. Tambahnya

Setelah melihat pekerjaan tersebut pelaksanaannya diduga ada kekurangan dalam pembangunannya, apakah ini disengaja atau tidak, kelompok P3A yang melaksanan pembangunan program tersebut.

Adanya jawaban dari ketua P3A yang kurang puas karena seolah – olah sudah sesuai bistek yang ada, maka analisaglobal.com selaku sosial kontrol mengukur sendiri pada pekerjaan tersebut dimana disitu analisaglobal.com menemukan kekurangan ukuran kedalaman pondasi yang seadanya dan tidak sesuai dengan ukuran semestinya sehingga mencoba mengukur dasar lantai nya ternyata masih sama ada kekurangan kedalaman.

Ketua P3A pelaksana pembangunan diduga banyak berdalih dengan berbagai alasan seolah – olah ini semua sudah sesuai prosedur. Ketika analisaglobal.com menanyakan kewenangan dalam pelaksanaan pembangunan itu sudah mengikuti instruksi dari kepala desa Sidanegara dan kami di arahkan untuk mendatangi kepala desa. Katanya

analisaglobl.com pun langsung mendatangi kantor kepala desa Sidanegara pada tanggal 30 September 2020 untuk bertemu dengan kepala desa yaitu Bapak Satiman.

Ketika dikonfirmasi perihal yang terjadi tentang pembangunan irigasi tersebut, Satiman mengatakan, saya di sini sebagai kepala desa dan bukan sebagai yang mempunyai kewenangan dalam pelaksanaan pembangunan irigasi tersebut. Ucapnya

Lanjut Satiman menjelaskan bahwa pembangunan irigasi itu kewenangan P3A kelompok tani yang sekarang bekerja, kami selaku aparat desa hanya memusyawarahkan saja dengan warga masyarakat yang menerima manfaat dan itu dimusyawarahkan melalui MUSDES atas kesepakatan bersama dengan orang dinas dari BBWS begitu. Jelasnya

Dengan adanya statmen yang diduga seolah – olah saling lempar kewenangan sangat disayangkan, alangkah baiknya program ketika program tersebut dilaksanakan secara profesional antara pihak kelompok dan pihak pemerintah desa sehingga tidak terjadi saling lempar pertanggungjawaban dan kewenangan.***A. Baron

Leave a Reply