Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Para pengrajin tahu tempe di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, banyak yang mengeluh akibat dari imbasnya kenaikan harga kacang kedelai di pasaran.
Salah satunya yaitu pemilik pabrik tahu bernama Eno Sutrisna yang beralamat di Dusun Pogorsari, Desa Kawalimukti kecamatan Kawali, Beberapa bulan yang lalu, Dia masih membeli kedelai dengan harga Rp. 6.300/kg, Tapi beberapa hari ini harga kedelai menjadi naik di kisaran Rp. 9.300/kg. Kata Eno Sutrisna saat ditemui di lokasi usahanya pada hari Sabtu, (09/01/21)
Harga Rp. 9.300/kg ini pun dibeli Eno Sutrisna dari pasar grosir, karena harga di pasar lokal bisa lebih mahal sekitar harga Rp. 9.600/ kg.
Akibat dari harga kedelai yang melonjak, banyak produsen tahu yang mengeluh dan salah satunya pabrik tahu milik Eno Sutrisna. Karena pabrik yang Ia miliki ingin tetap bertahan, Eno Sutrisna memutar otak lagi dengan harga jual tahu nya tetap tidak naik namun ukurannya sedikit dikurangi.
Eno Sutrisna pun menambahkan, saat pandemi melanda kapasitas produksi nya sudah mengalami penurunan sekitar 50 %. Bahkan Ia mengharapkan kepada dinas terkait agar adanya perhatian dan pembinaan terhadap produsen tahu dan adanya kontrol harga di pasaran. tambahnya***Goez/A. Yayat H
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang