Petugas Kebersihan Kabupaten Tasikmalaya Keluhkan Gajinya Yang Belum Dibayar

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Para petugas kebersihan di Kabupaten Tasikmalaya selama 3 bulan ini mengeluhkan belum menerima gaji. Belum diketahui secara jelas penyebab gaji pasukan orange tersebut terlambat sedangkan mereka kerja tak mengenal hujan maupun panas bahkan sampai larut malam. Rabu (07/10/2020).

Saat dikonfirmasi via telpon, Memed mengatakan sudah 3 bulan ini Ia belum menerima gaji dan belum ada kepastian kapan waktunya. Padahal sangat ditunggu-tunggu untuk digunakan kebutuhan sehari-hari. “Jangankan untuk masalah kesehatan dan kesejahteraan para pekerja kebersihan. Gaji yang selama 3 bulan lebih saja tak kunjung turun,” Ujarnya

Lanjut memed, para petugas kebersihan akan melakukan aksi ke kantor Pemerintah Daerah yang rencananya dilaksanakan pada waktu dekat ini. Pihaknya ingin menagih hak yang selama ini dinantikan. Pasalnya, ujar dia, selama ini sudah melakukan kewajiban, tinggal haknya sebagai petugas kebersihan yang diberikan.

“Terangnya, menjelaskan, saat ini bertugas mengangkut sampah dan membersihkan area di titik-titik pusat Kota. Setiap hari bekerja meskipun dalam kondisi covid-19 seperti saat ini. Dengan demikian, Ia berharap pemerintah dapat memperhatikannya. “Kalau telat gini kan kami bingung untuk makan dan sekolah anak. Gaji enggak seberapa, malah dipersulit,” keluhnya.

“Disisi lain, Dadan Jaenudin Ketua DPW Brigez Kabupaten Tasikmalaya menyayangkan, di saat warga ditakutkan dengan wabah Covid-19 yang belum tentu kapan berakhirnya. “Sangat miris ketika para pekerja kebersihan di Kabupaten Tasikmalaya selama ini belum mendapatkan gaji selama 3 bulan lebih, sedangkan mereka selalu kerja siang hingga malam hari,” kata dia.

Dadan mengungkapkan, ketika mendapatkan berita dari salah satu pekerja kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, sejak satu bulan yang lalu Ia mencoba menghubungi Kadis Lingkungan Hidup via WA terkait permasalahan upah gaji kerja para pekerja kebersihan yang belum dibayar selama 3 bulan lebih.

Dadan menanyakan, bagaimana nasib keluarga mereka, bagaimana nasib anak-anak mereka dalam belajar daring. Jangankan untuk membeli kuota dan untuk belajar, untuk membeli beras saja mereka susah. Mungkin harus berfikir 2 kali antara beras dan kuota, karna sudah lama gajih mereka tidak turun.

“Saya menyayangkan, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya seolah-olah kurang memperhatikan kesehatan, kesejahteraan para pekerja kebersihan apalagi dimasa pandemi covid-19 sekarang ini ekonomi sangat dibutuhkan,” ungkapnya.***Day

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published.