Prawita GENPPARI Ingatkan Pentingnya Pelestarian Cagar Budaya

Jika melihat ciri-ciri umum benteng ini mempunyai struktur bangunan yang berbentuk segi empat, yang memperlihatkan kekokohan suatu bangunan benteng. Dengan tinggi ±10 meter, luas 5.000 m2 hingga 10.000 m2, tebal dinding 1 – 1,5 meter, tebal lantai 1 – 120 meter dan mempunyai dua lantai. Lantai pertama mempunyai 4 pintu gerbang, ruangan besar, ruangan kecil, pintu penghubung antar ruangan maupun pintu keluar benteng, ±8 anak tangga, ke latai dua, dan dua tangga darurat.

Benteng di Cikahuripan umumnya adalah tipe benteng yang didasari pada dikotomi geografis pedalaman, topologi budaya agraris, atau administratif (pusat kekuasaan dan daerah taklukan atau vasal).

Kekuatan Bangunan benteng Belanda ini sangat kuat, karena rata-rata pondasi bangunanya menggunakan batu pada seluruh permukaan dindingnya. Dari segi warna, bangunan berarsitektur Belanda ini memiliki warna yang simple (selalu warna putih mendominasi). Ciri benteng Di Cikahuripan memiliki ciri khas tersendiri yang menunjukkan identitas suatu benteng.

Menurut keterangan mantan veteran pejuang 1945, Abah Aseh yang sekarang tinggal di Kampung Cidepong Desa Sumur Bandung Barat Cipatat, bahwa benteng Di Cikahuripan ini diperkirakan dibangun tahun 1917. Pada tahun 1917 ini, sebagai Gubernur Jenderal pemerintahan Hindia Belanda, yaitu Graaf Van Johan Paul Limburg Stirrum yang menjabat dari tahun 1916-1920.

Benteng ini disiapkan untuk menghadapi Perang Dunia ke II, sekaligus untuk menghadapi serangan tentara Jepang, yang datang ke Jawa Barat melalaui Kalijati, Ciater, Lembang dan selanjutnya menuju Bandung.

Di atas bukit ini pada waktu itu ditempatkan jenis senjata artileri medan atau artileri gunung, dan meriam penangkis serangan udara, serta moncong senjata mitraliur berat jenis Browning kaliber 12,7 mm yang siap memuntahkan peluru ke arah penyerang yang datang. Tentu bisa dibayangkan pertempuran demi pertempuran pada waktu itu. Kegigihan para pahlawan kusuma bangsa dalam merebut kemerdekaan tersebut, seyogianya bisa menginspirasi semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan berprestasi di bidangnya masing – masing.

“ Terlebih di pasir ipis ini juga terdapat area wisata keluarga yang sangat cocok untuk berkemah. Pemandangan yang indah ini sudah dilengkapi dengan beberapa spot untuk selfie yang sangat menakjubkan. Apalagi sudah tersedia juga mushola dan toilet sebagai salah satu prasyarat penting dalam mengelola sebuah objek wisata. Jadi yang ingin mengetahui dan bisa menikmatinya, untuk tidak ragu datang ke tempat tersebut “, pungkas Dede.***Day

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *