Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di Kp. Selawi RW 05 Cibeuti Disorot, Diduga Minim Pengawasan

Kota Tasikmalaya, analisaglobal.com — Proyek peningkatan jalan lingkungan di Kampung Selawi, RW 05, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, mendapat sorotan. Pelaksanaan pekerjaan tersebut diduga belum berjalan maksimal dan menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan serta pengawasan di lapangan.

Berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu, 3 Oktober 2026, terlihat adanya bagian permukaan jalan yang tampak memiliki perbedaan ketinggian, dengan sejumlah titik terlihat lebih tinggi dan bagian lainnya lebih rendah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keseragaman hasil pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Sorotan tidak hanya berkaitan dengan hasil fisik pekerjaan. Di lokasi kegiatan juga disebut tidak terlihat papan informasi proyek yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai nama kegiatan, nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana, jangka waktu pekerjaan, maupun instansi yang bertanggung jawab.

Padahal, informasi tersebut penting sebagai bentuk keterbukaan dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah. Masyarakat berhak mengetahui kegiatan pembangunan yang berlangsung di lingkungannya, termasuk pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN CUP 2026, Garuda Ukir Sejarah di GBK

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan pengawasan dan pelaksana kegiatan, seorang pekerja di lokasi menyampaikan bahwa sejak dirinya mulai bekerja hingga saat ditemui awak media, dirinya tidak melihat adanya pengawasan maupun pihak pelaksana yang secara rutin berada di lokasi.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan publik, terutama terkait mekanisme pengawasan pekerjaan, pengendalian mutu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis dan volume yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Namun demikian, temuan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait. Perbedaan permukaan yang terlihat secara visual belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi teknis sebelum dilakukan pemeriksaan dan pengukuran secara resmi.

Untuk itu, pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status pekerjaan, nilai dan sumber anggaran, pelaksana kegiatan, mekanisme pengawasan, serta standar teknis yang digunakan.

Pengawasan yang transparan dan pemeriksaan mutu secara berkala menjadi penting agar pembangunan infrastruktur yang bersumber dari uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan memiliki kualitas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Masyarakat pun berharap proyek peningkatan jalan lingkungan tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan secara fisik, tetapi juga memperhatikan mutu konstruksi, keselamatan kerja, transparansi anggaran, serta keberlanjutan manfaat infrastruktur bagi warga. (Tatang Hidayat).

Baca Juga Waspada Flu Tipe A, Kepala Puskesmas Cisayong Imbau Masyarakat Perkuat PHBS

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!