Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,– Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1443 H /2022 M, masyarakat Desa Sukaraharja kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya gelar silaturahmi dengan cara ngaliwet bareng dan mancing gratis sebagai bentuk sinergitas masyarakat desa Sukaraharja dengan Pemdes Sukaraharja dan lembaga desa yang bertempat di lahan milik pesantren As-sunah.

Menurut Farid Jaelani, S.Kom selaku kepala Desa Sukaraharja menjelaskan kalau acara atau kegiatan yang melibatkan masyarakat, pemdes serta lembaga masyarakat tersebut berawal dari banyaknya aspirasi masyarakat sebagai bentuk sinergitas serta mempererat tali silaturahmi antara warga kedusunan Sindangsari, Neundeut dan Sindangreret yang meliputi 7 RW dan 24 RT. Jelasnya. Sabtu, (26/03/2022).
“Pada intinya kegiatan ini bukan hanya sebatas ngaliwet dan mancing saja melainkan untuk ajang silaturahmi”. Ungkap Farid Jaelani, S.Kom.

Farid Jaelani, S.Kom menambahkan dirinya selaku kepala desa Sukaraharja mewakili pemdes serta seluruh masyarakat desa Sukaraharja sangat mendukung terhadap semua program-program yang ada di pemerintah kecamatan, kabupaten, Provinsi serta pusat dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Imbuhnya.
Sementara menurut Jejen Setiawan selaku warga Desa Sukaraharja mengungkapkan kalau kegiatan tersebut hanya sebatas ajang silaturahmi sebagai bentuk sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah Desa Sukaraharja berserta lembaga desa. jadi jangan sampai di luaran ada opini lain terkait pelaksanaan kegiatan yang di laksanakan di lingkungan As Sunnah. Ungkapnya.
“Kita disini tidak ada unsur apapun meskipun tempatnya di area As Sunnah karena kita disini hanya membangun bagaimana sinergitas pemerintah Desa dengan masyarakat nya. Dan untuk masalah anggaran acara sekarang Alhamdulillah ada Aghnia atau hamba Allah”. ungkap Jejen Setiawan.

Lanjut Jejen Setiawan, untuk oknum-oknum yang berada di luar desa Sukaraharja yang selalu mencibir akan keberadaan As Sunnah, kami disini masyarakat Desa Sukaraharja beserta pemerintah desa bersinergi. Dan acara ini juga sebagai bentuk untuk mengenang masa lalu dimana memasak menggunakan tungku atau kayu bakar.***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang